Asik Lihat HP Putrinya, Tiba - Tiba SMS yang Menghancurkan Hati Masuk, Smsnya Berbunyi..



Remaja 15 tahun berinisial MF diduga menjadi korban pemerkosaan oleh sepuluh pemuda asal Desa Pajangan, Kecamatan Sukodadi, Lamongan, Jawa Timur.

Sepuluh pemerkosa tersebut berinisial UN, HR, NL, AP, AS, HU, KW,  WO, FR dan RZ, yang telah melewati proses identifikasi oleh pihak berwajib dan hingga kini masih buron.

Dilansir dari TribunNews, dikabarkan saat ini pelaku diketahui kabur ke Nusa Tenggara Timur dan Jakarta.

"Mereka semuanya kabur setelah kejadian," ungkap Baidhowi, salah seorang tokoh masyarakat Pajangan.

BACA JUGA : Kejadian Haru, Seorang Ibu Berbagi Sebungkus Roti dengan Anaknya, Lihat yang Sebenarnya Terjadi...

Ada satu di antara pelaku yang mengajak pelaku yang lain melarikan diri ke Jakarta dan NTT. Hilangnya jejak mereka membuat para orangtua kebingungan mencarinya.

Baidhowi menambahkan "Ada juga pelaku yang tidak punya dua orangtua, alias yatim piatu".

Ada dugaan, saat kejadian para pelaku dan korban sama-sama mabuk setelah menenggak miras.
Dari  10 terduga pelaku, ada di antaranya yang tidak sampai melakukan hubungan badan,  alias hanya melihat saja.

Ipda Raksan, Paur Subbag Humas Polres Lamongan, mengungkapkan, kini polisi sedang memburu para terduga pemerkosaan.

"Diburu sampai manapun dan harus tertangkap," tandas Raksan.

Seperti diberitakan sebelumnya, orangtua korban semula hanya ingin tahu sejauh mana isi atau tampilan - tampilan yang ada dalam ponsel putrinya.

Nah, secara kebetulan ada SMS yang masuk dari nomor yang tidak termemori namanya.
Isi SMS itu sangat mencengangkan orangtua korban, lantaran mengungkap aib yang diterima anaknya.

Diantara smsnya berbunyi "Saya kasihan sama kamu tadi dipakai bergantian oleh sepuluh anak lebih".

Tentu kalimat itu memicu amarah orang tua korban.

Penasaran ingin tahu kebenarannya, korban dicecar pertanyaan oleh pelapor (orang tua korban, red) dari sering pulang dan keluyuran malam, hingga soal pergaulannya.

Sedikit demi sedikit orangtua korban menggiring pertanyaannya yang akhirnya mengarah dengan isi SMS tanpa nama itu.

Ternyata benar, MF mengakui semuanya dengan apa yang dialaminya pada Minggu 30 Oktober 2016 malam pukul 21.00 WIB.
loading...
Top