Warga Berebut Kotoran Kerbau Kyai Slamet, Saat Kirab Pusaka Keraton Kasunanan Surakarta



Tahun ini, 1 Suro versi hitungan Keraton Surakarta jatuh pada Senin (3/10), berbeda dengan kalender nasional yang jatuh pada Minggu (2/10). Kirab malam 1 Suro memang tidak terlepas dari Kebo Bule Kyai Slamet. Kebo Bule Kyai Slamet memiliki sejarah panjang yang mengandung banyak hal unik, tak masuk akal.

Tujuh ekor kebo (kerbau) bule keturunan ini akan dikirab bersama pusaka-pusaka pada, Minggu (2/10) tengah malam menjelang Senin (3/10) dini hari. Kirab tersebut sebagai peringatan pergantian malam tahun baru Islam atau malam 1 Suro penanggalan Jawa.

Minggu (2/10/2016) malam pukul 23.30 WIB, masyarakat  sudah memadati halaman Keraton Kasunanan Surakarta. Pasukan pengaman dari pramuka dan Setia Hati Terate pun  membuat pagar betis di depan para penonton.

Sekitar 20 menit kemudian kerbau Kyai Slamet mulai tampak berjalan menuju halaman depan keraton. Setelah sampai di depan keraton, para abdi dalem memberi makan kerbau dengan jagung dan ketela. Senin (3/10/2016) pukul 00.05 WIB, rombongan kirab mulai berangkat berkeliling Kota Solo.



Tujuh ekor kerbau bule Keraton Kasunanan Surakarta berada di barisan paling depan, dilanjutkan dengan sembilan pusaka keraton.

"Ini sebagai peringatan pergantian tahun Jawa sesuai kalender Sultan Agung dahulu yang menciptakan kalender, bahasa Jawa, juga tulisan Jawa," kata Wakil Pengageng Sasana Wilapa, KPA Winarnokusumo, Senin (3/10/2016) malam, dikutip dari tribun solo.

Baca Juga : Marwah Daud Ibrahim Sebut Dimas Kanjeng Bukan Orang Biasa dan Mengadakan Uang Adalah Anugrah Allah

Rombongan kirab diberangkatkan oleh Kondang atau pelaksana tugas Raja, KGPH Puger. Setelah rombongan ini berangkat, sebagian warga  langsung menyerbu kotoran kerbau dan janur yang dipasang di Kamandungan.

Hal tersebut dilakukan karena mereka percaya kotoran Kyai Slamet dan janur itu bisa mendatangkan berkah tersendiri, alias bertuah.

Wakil Pengageng Sasana Wilapa, KPA Winarnokusumo mengatakan bahwa jumlah peserta diperkirakan menurun dibandingkan tahun lalu.

"Tahun ini tampaknya menurun pesertanya, mungkin karena tidak bertepatan dengan hari libur, banyak juga yang mengira kemarin kirabnya," kata Kanjeng Win.

Selain itu, hujan deras yang mengguyur Kota Solo seharian juga diperkirakan membuat antusiasme para peserta kirab menurun.

"Jumlahnya memang kami tidak menghitung, tapi kami selalu menyediakan makanan itu 7 ribu paket," lanjutnya.

Namun menurutnya, kirab malam 1 Sura tetap menjadi magnet yang membuat masyarakat tetap ingin menonton. Pukul 21.00 WIB banyak masyarakat yang telah berada di sekitar keraton. Pukul 23.00 WIB, mereka mulai merapat di halaman keraton. Kerbau Kyai Slamet dan pusaka-pusaka Keraton Kasunanan Surakarta diberangkatkan pukul 00.00 WIB.
Top