Wajib Tahu, Inilah Penyebab Beberapa Wanita Susah Hamil


Mungkin beberapa dari Anda sudah melakukan berbagai cara untuk segera memiliki momongan, tapi kenyataan yang ada Anda tidak kunjung hamil, dilansir dari Merdeka bacaan berikut mungkin akan memberikan sedikit pencerahan bagi Anda yang sedang program hamil namun belum berhasil. Mungkin antara Anda dan suami terdapat masalah terkait hal kesuburan.

Dalam mempersiapkan kehamilan, Anda perlu mencari tahu apa yang menyebabkan masalah kesuburan. Nah, itulah yang akan kita bahas saat ini.

Infertilitas. Adalah ketidakmampuan seorang wanita untuk hamil atau ketidakmampuan pria untuk menghamili. Kondisi ini tidak eksklusif untuk wanita saja. Pria pun memiliki kemungkinan mengalami infertilitas. Namun kemungkinan wanita memang lebih besar, yakni sebanyak 75 persen, sedangkan sisanya adalah pria.

BACA JUGA : Kasihan, Perut Bayi ini Membesar karena Derita "Hirschsprung Disease", Fesesnya Harus Disedot 2x Sehari

Anda hanya perlu belajar apa yang menyebabkan infertilitas. Ketika wanita tidak subur, penyebab utama yang paling umum adalah berkaitan dengan kesulitan fisik dan sistem reproduksinya. Ada juga yang disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon, konsumsi obat, dan penyakit tertentu yang dapat memicu infertilitas.

Para ahli juga menyebutkan bahwa penyebab yang paling khas dari infertilitas pada wanita adalah penyakit radang panggul, atau yang biasa disebut dengan PID. Nah, penyakit ini terjadi ketika organ yang terletak di panggul wanita terinfeksi atau trauma dengan bahaya.

Selain infeksi dan luka, wanita dapat mempertahankan jaringan parut pada jaringan perut atau vagina melalui prosedur bedah seperti aborsi. Jaringan bekas luka dapat menghalangi jalur sel telur dari tuba falopi menuju rahim, serta transisi dari sperma ke rahim, sehingga membuat pembuahan pada sel telur sangat sulit.

Ketidakseimbangan hormon juga dapat mempengaruhi kesuburan wanita. Ketidakseimbangan hormon mungkin disebabkan tiroid dan adrenal kelenjarnya tidak bekerja dengan benar. Prolaktin, hormon tubuh yang merangsang produksi ASI ternyata juga dapat mempengaruhi atau menghentikan seorang wanita untuk berovulasi. Jika kadar prolaktin terlalu banyak, maka wanita tidak bisa hamil.

Oleh karena itu, Anda dan suami wajib mengkonsultasikan kepada dokter spesialis yang Anda percayai untuk segera mengambil tindakan yang terbaik.
Top