Tunggu Kiriman Dari Anak Selama 2 Hari, yang Terjadi Justru....

Selain kepala keluarga, Seorang ayah juga tulang punggung bagi keluarga, karena beliaulah yang mencari nafkah agar anak istrinya tetap bisa merasakan nasi untuk dimakan. Tapi, ternyata tidak sedikit anak yang mengerti akan pengorbanan ayahnya seperti kisah berikut ini.

Ilustrasi dari: Ohbulan

BACA JUGA: Tanpa Basa-Basi, Inilah Hukuman Berat Siswa SMA yang Merokok dan Angkat Kaki Ke Meja Guru

Kisah yang diceritakan kembali di Facebook bernama AkMal sungguh menyayat hati. Saat itu AkMal baru pulang dari kerja dan singgah di ATM yang terletak di dalam SPBU. Usai mengambil uang, AkMal melihat seorang kakek yang parkir motor di sebelah mobilnya.

AkMal melihat wajah kakek itu seperti murung. Merasa iba, AkMal menyapa kakek tersebut.

" Assalamualaikum, kakek," sapa AkMal yang dijawab 'Waalaikumsalam' oleh kakek itu.

" Saya lihat kakek semacam ada masalah ya. Mau ambil uang juga?" lanjut AkMal.

Kakek itu menjawab, " Ya Nak, mau ambil uang tapi..." Sebelum kakek itu meneruskan perkataannya, AkMal menyambung, " Tapi apa Kek? Uangnya tidak keluar kah?"

" Bukan Nak. Tapi dari tadi saya tunggu di sini sudah dua jam. Anak saya di Kuala Lumpur katanya mau kirim uang, tapi belum juga dikirim. Sudah dua hari saya cek belum juga muncul," kata kakek itu.

Sementara itu anak kecil yang dari tadi bersama kakek tersebut setengah berbisik, " Ayah sudahlah, ayo kita balik. Mau hujan. Kita makan saja yang ada."

" Tapi bensin buat pulang juga sudah habis," balas kakek tersebut.

AkMal yang mendengar itu merasa sedih dan iba. Dia mengulurkan uang yang dia ambil dari ATM tadi sambil berkata, " Kakek coba hubungi lagi anaknya di KL."

" Sudah Nak, tapi dia bilang masih sibuk dan suruh tunggu hingga malam nanti. Tidak usah Nak, saya tidak mau uang Anak ini," kata kakek tersebut dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

Cepat-cepat AkMal menyerahkan uang tersebut kepada anak kecil tadi. " Dik, ambil uang ini dan pergi beli bensin dan sisanya buat makan bersama ayah. Belajar yang rajin dan bantu ibu-bapak jika sudah sukses," kata AkMal.

" Terima kasih Nak. Kakek mau pulang dulu. Cuaca sudah gelap. Semoga Allah murahkan rezeki Anak di dunia dan akhirat, Amin," kata kakek tersebut.

Kisah tersebut membuat AkMal berpikir sejenak. Pengorbanan ayah yang selama ini tidak dianggap karena memang tak terlalu tampak.

Namun dia berharap agar anak kakek itu yang di KL itu membaca kisah yang dia bagikan di Internet. Kasihan ayah dan adiknya sampai tidak punya uang untuk beli makan dan bensin untuk pulang.

" Segeralah kirim uang itu, jangan tunda-tunda. Takutnya nanti terjadi sesuatu yang membuat kamu menyesal.".

Masya Allah.. Janganlah kita melupakan apapun pengorbanan seseorang kepada kita, terutama keluarga kita. Kalau bukan kita yang mengurus mereka kelak, siapa lagi?
loading...
Top