Terungkap 5 Fakta Mengejutkan Pelaku Penyerangan di Pos Polisi Kota Tangerang



Penyerangan di pos polisi di Tangerang kota menimbulkan sejumlah asumsi yang berdeda. Banyak keanehan, seperti sticker isis yang sengaja ditempelkan, tiba-tiba ada yang merekam dan lain sebagainya.

Sultan Azianzah (22) menyerang Pospol Cikokol, Tangerang, Kamis (20/10) pagi. Penyerangan terjadi sekitar pukul 07.10 WIB. Awalnya pelaku menempelkan stiker ISIS di pospol.

Petugas yang saat kejadian tengah mengatur lalu lintas lantas menegurnya. Namun, pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam dari dalam tas dan menyerang petugas secara membabi buta.

Akibat penyerangan itu, dua anggota polisi Bripka Sukardi dan Iptu Bambang H mengalami luka tusukan di bagian punggung dan dada. Kapolsek Tangerang Kompol Efendi yang tak jauh dari Pospol mendatangi lokasi.

Melihat anak buahnya terluka, Efendi lantas menembak SA di bagian kaki. Namun, SA melakukan perlawanan dan menyerang Efendi hingga mengalami luka tusukan serius di bagian dada.

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah alat bukti. Di antaranya, dua senjata tajam dan dua bom pipa. Efendi dan dua anak buahnya berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan secara intensif.

Sedangkan pelaku dinyatakan meninggal dunia karena kehabisan darah. Aksi pelaku tergolong brutal. Apalagi aksi nekat itu dilakukan kepada polisi.

Berikut fakta-fakta penyerangan pospol di Tangerang dikutip dari merdeka.com;

1. 2 Kakak pelaku adalah polisi



Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono menuturkan Sultan Azianzah merupakan adik kandung dari dua anggota kepolisian. Dijelaskannya, bahwa SA merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Kakak pertama SA, bertugas di Reserse Narkoba Polres Metro Tangerang dan kakak kedua SA bertugas di Satuan Lalu Lintas Polres Metro Tangerang. "Iya benar dia anak bungsu, dua kakaknya anggota polisi," jelas Awi saat dikonfirmasi, Kamis (20/10).

Awi melanjutkan, SA tak tinggal lagi bersama kedua orang kakaknya. Sebab, saat ini dia tinggal seorang diri di kawasan Lebak Wangi RT03/RW04 Kelurahan Sepatan, Tangerang, Banten.

Namun, berdasarkan foto Kartu Identitas Kartu Tanda Penduduk (KTP), Surat Izin Mengemudi (SIM) serta Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) menunjukkan bahwa SA berdomisili di Asrama Polri, Jalan KS Tubun, RT03/RW04, Kelurahan Pasar Naru, Kecamatan Karawaci, Tangerang, Banten.

"Dia (SA) sudah tinggal di Sepatan itu," lanjutnya.

2. Pelaku gabung Daulah Islamiyah sejak 2015

Sultan Azianzah diketahui merupakan anggota Daulah Islamiyah di Ciamis, Jawa Barat. Ia bergabung sejak tahun 2015 silam. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setyono.

"Pelaku berinisial SA beragama Islam tinggal di Lebak wangi RT 04 RW 03, Sepatan status pekerjaannya pengangguran," tutur Awi dilansir merdeka, Kamis (20/10).

3. Pelaku dikagumi wanita karena ganteng
Sultan Azianzah (22) merupakan sosok yang ganteng dan pendiam. Hal itu dikatakan Rokhiyah, salah satu tetangga di kediaman pelaku di Lebak Wangi, Kelurahan Sepatan, Kabupaten Tangerang.

Dia mengaku terkejut saat mendengar Sultan melakukan penyerangan kepada polisi.

4. Pelaku pesan golok ke Abah Jamin



Memesan golok yang tak jauh dari rumahnya yaitu di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten yang berjarak sekitar 200 meter. Hal tersebut dikatakan oleh teman pelaku, Nurdiansyah.

"Baru malam Minggu kemarin dia ambil goloknya. Saya waktu itu sedang ngobrol sama teman, tiba-tiba lihat dia sedang berjalan menuju rumah pembuat golok," ujarnya di lokasi, Kamis (20/10) malam.

Baca Juga :
Pelaku Penyerangan di Tangerang Ternyata Adik dari Dua Orang Polisi
Kenapa Para Pelaku Pungli dari Oknum Polisi Tak Pernah Ditunjukkan ke Publik? Ini Pembelaanya

Nurdiansyah melanjutkan, pelaku memesan melalui cucu pembuat golok, Syahrul. Di mana pembuat golok dikenal warga bernama Abah Jamin.

"Enggak ada yang tahu bakal digunakan untuk apa (waktu memesan). Banyak juga yang memesan, tapi kan kegunaannya bermacam-macam," jelas Nurdiansyah.

5. Pelaku latihan silat tiap malam habis Magrib


Rumah pelaku

Diketahui pelaku sering latihan silat. Bahkan, hampir tiap malam dirinya melakukan hal tersebut.

"Kebiasannya hampir tiap malam latihan silat di depan rumahnya. Sama latihan double stik juga," ujar teman sepermainannya, Nurdiansyah saat ditemui di Desa Lebak Wangi, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (20/10).

"Latihan sendiri, biasanya malam habis magrib. Hampir tiap hari," sambungnya.

Namun, kata Nurdiansyah, dirinya tidak tahu sejak kapan pelaku mulai melakukan hal tersebut.

"Udah lama pokoknya dia latihan silat itu. Kapan pastinya dia mulai latihan saya enggak tahu," jelasnya.

Top