Ternyata Masih Banyak Orang Indonesia Yang Kaya, Sembunyikan Harta di Negara Ini



Yustinus Prastowo salah seorang pengamat perpajakan mengklaim, pemerintah Indonesia seharusnya bisa lebih gencar lagi mendorong repatriasi atau pemulangan aset WNI dari luar negeri. Itu termasuk salah satu bagian dari kunci keberhasilan tax amnesty yang sedang didorong pemerintah saat ini.

Yustinus yakin bahwa masih banyak pengusaha dan orang kaya yang menyembunyikan asetnya di luar negeri. Salah satunya di negara Swiss yang dianggap sebagai salah satu tempat aman untuk penyembunyian kekayaan.

BACA JUGA : Para Pengusaha, Jangan Sepelekan Sertifikasi "Halal" dari MUI

“Uang orang-orang Indonesia sejak zaman dulu itu kebanyakan disimpan di Swiss. Karena Swiss itu bukan untuk bisnis. Itu untuk duit yang benar-benar enggak diputar karena Swiss paling rahasia untuk penyimpanan aset,” ujar Yustinus dilansir dari Pojoksatu.

Bahkan, Yustinus menyatakan, kemungkinan keluarga mantan Presiden Soeharto juga masih menyimpan aset-aset mereka di negara tersebut.

“Saya yakin kayak keluarga Soeharto pasti di sana. Tommy Soeharto paling hanya beberapa yang di-declare asetnya,” tambah Yustinus.

Yustinus memastikan potensi repatriasi dari Swiss akan sangat besar untuk penerimaan negara jika pemerintah bisa mengupayakannya.

Pasalnya,  saat ini Swiss masih dimasukkan ke dalam ‘daftar hitam’ oleh Financial Action Task Force / FATF sehingga sulit untuk ditembus.

“Sekarang kan sedang lobi. Pemerintah sudah kirim surat. Memang harus diakui Swiss itu negara terbesar kedua yang menyimpan dana orang Indonesia. Tapi belum ada yang masuk bisa masuk ke sana,” tutupnya.
Top