Terkuak Sudah! Begini Temuan MUI Mengenai Rahasia Haji Gaib Kasrin

Sudah tahu kan, mengenai kisah haji gaib beberapa pekan yang lalu? Yap, haji misteriius itu, ternyata masih mengundang Tanya berbagai pihak, terutama MUI. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Ternyata begini.



BACA JUGA: Potong Rambut Disini Pasti Bikin Merinding, Lihat Saja Tukang Potongnya

Dikutip Wajibbaca dari Dream, setelah Kementrian agama menyelidiki cerita Kasrin, warga Rembang, Jawa Tengah, yang memgaku berhaji secara gaib. kini giliran Majelis Ulama Indonesia (MUI) Rembang menyelidiki cerita warga Dukuh Gembul, Desa Sumberrejo, Kecamatan Pancur, itu.

Sebelumnya, kemenag memang sudah meneliti kisah tersebut dan menyatakan kalau cerita itu hanyalah bohong. MUIjuga sepertinya begitu dan menganggap jika itu semua hanyalah bualan saja.

Ketua MUI Rembang, Zaenuddin Jakfar, meminta masyarakat bisa menelaah fenomena Kasrin secara bijaksana. MUI Rembang juga bakal melakukan penelusuran dan pencegahan agar tidak terjadi kemusyrikan.

Sebagai Muslim, kata Zaenuddin, memang harus percaya dan menyakini terhadap hal gaib. Namun, keyakinan tersebut harus berdasar. Jika tidak berdasar, dikhawatirkan akan menggeser keimanan umat terhadap Tuhan.

“ Sehingga dengan fenomena Kasrin yang diyakini berangkat haji dengan mahluk halus itu bisa membuat keyakinan umat Islam kepada Tuhan akan berkurang. Oleh sebab itu mereka harus cerdas menyikapinya,” kata Zaenuddin, sebagaimana dikutip Dream dari laman Koran Muria, Senin 10 Oktober 2016.

Secara  bergantian, tim MUI Rembang mengajak Kasrin bicara sembari mengajukan beberapa pertanyaan seperti rukun dan syarat haji. Namun, saat ditanya kedua hal tersebut tukang becak ini pun tak tahu menahu apa saja rukun dan syarat beribadah haji.

Zainuddin menambahkan, Kasrin tak tahu apa yang dilakukan. Bahkan, saat ditanya apakah dia melihat kabah saat berada di Mekkah pun tidak. Tim terus mengorek informasi dengan memberi pancingan pertanyaan.

Zaenuddin khawatir fenomena Kasrin akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk tindakan negatif, seperti perdukunan atau hal-hal klenik lainnya. Sehingga perlu ditindaklanjuti.

“ Supaya masyarakat awam tidak terlalu terjerumus. Sehingga tindakan negatif akan bisa mudah dilakukan oleh mereka yang awam,” tambah dia.
loading...
Top