Tak Tawaf, Tak Pakai Pakaian Ihram dan Lainya. MUI Rembang: Kasrin Belum Berhaji



Kasrin sempat heboh beberapa waktu lalu karena mengaku telah melaksanakan ibadah haji tanpa daftar dan tanpa biaya yang sewajarnya. Ratusan tetangga hingga teman-teman Kasrin pun mengunjunginya setelah kepulanganya.

Sempat menjadi kontroversi, namun akhirnya Majelis Ulama Indonesia (MUI) menginvestigasi hal ini. MUI Kabupaten Rembang akhirnya dapat membongkar misteri haji ghaib Kasrin, hingga mendapat perhatian netizen.

Melalui berita berjudul "Tukang Becak Mengaku Naik Haji Misterius, MUI Rembang: Kasrin Belum Berhaji" netter merespon dengan beragam komentar.

Banyak dari mereka menyayangkan apa yang dilakukan Kasrin, namun ada juga yang membelanya.
"jangan mudah percaya hal yang mistik karena hal tersebut bisa membuat musyrik... " Begitu tulis salah satu netter, yang cukup mewakili mayoritas komentar dengan pandangan serupa.

Baca Juga : Rohadi, PNS Pengadilan Bergaji Rp 8 Juta yang Bisa Beli Rumah Rp 6 Miliar

Akun dengan nama Wartono Jawali mengungkapkan dukungannya terhadap investigasi yang dilakukan MUI untuk meluruskan persoalan tersebut.

Haji itu di Arafah, tanpa arafah tidak haji. Syarat rukun haji harus di ketahui, towaf itu mengelilingi ka'bah 7 kali.Kalau tdk melihat kabah muter di lapangan itu bukan towaf yg termasuka rukun haji .Kalau mekah saja tdk melihat bagai mana bisa di katakan berhaji. MUI ILMIAH itu benar. Dan Aku setuju.

Namun ada juga netizen yang memberikan dukungan kepada Kasrin dan mendoakannya bisa menunaikan ibadah haji secara nyata.

Semoga bapak dapat rezeki yg banyak biar bisa naik haji yg nyata, tulis akun bernama Liza Faizaa

Selain komentar simpati dan dukungan, cukup banyak juga yang bersikap netral dengan memilih tak ikut campur, seperti yang disampaikan akun Ahmad Marza Marohah: Tidak ada untungnya memprsoalkn yang sprti itu, kbnrn hanya Allah yg tau,


Kronologi investigasi MUI sebagai berikut,

Dari investigasi terungkap bahwa pengakuan Kasrin naik haji diragukan. Artinya, Kasrin belum melaksanakan ibadah haji.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Rembang telah menyelidiki dengan menyamar sebagai warga yang berkonsultasi dan mendatangi rumah Kasrin (60) di Dukuh Gembul, Desa Sumberjo, Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Senin (10/10/2016).

Tujuan MUI melakukan investigasi untuk mengungkap misteri yang selama ini menimbulkan kehebohan di masyarakat.

Jangan sampai masyarakat terjebak kepada hal-hal takhayul yang mengarah kepada kemusyrikan.
Ibadah haji harus murni sesuai syariat Islam, lengkap dengan syarat dan rukunnya.

Baca Juga : Shafa, Siswi Yatim ini Dipukul Guru Hingga Giginya Rontok dan Trauma, Hanya Karena Tak Hafal Rumus

Ketua MUI Rembang, Zaenuddin Jakfar mengatakan, tim dari MUI langsung terjun ke lapangan untuk menemui Kasrin di kediamannya di Dukuh Gembul.

Tim tersebut terdiri dari tiga orang, yakni Zaenuddin Jakfar sebagai ketua tim, kemudian Ahmad Toha selaku Ketua Komisi Fatwa MUI dan Abdul Wahid Hasbi sebagai anggota.

"Beberapa hari lalu kami ke rumah Pak Kasrin. Kami tidak bilang jika kami dari MUI. Seperti tamu lainnya, secara bergantian kami mengajukan pertanyaan kepada Pak Kasrin mengenai kaitannya pelaksanaan haji, yang katanya dilakukan oleh Pak Kasrin," ujarnya, Senin (10/10/2016).

Dari berbagai pertanyaan tersebut, katanya, Kasrin tidak mengetahui atau tidak tahu menahu mengenai rukun atau syarat haji. Di antaranya pakaian ihram, yang disebut tidak dikenakan pada saat haji, kemudian wukuf katanya juga tidak tahu.
Top