Sungguh Tega: TKI ini Ketahuan Melahirkan dan Buang Bayinya di Pesawat Qatar Airways



Sungguh kejam perbuatan ibu ini, entah itu dia seorang TKW atau apapun. Terlepas dari itu, begitu kejamnya seorang ibu membuang anaknya. TKW yang berinisial EWR ini diduga membuang bayi yang baru dilahirkannya di dalam toilet pesawat Qatar, rute penerbangan Doha-Soekarno Hatta, Cengkareng.

Dikutip dari liputan6.com, hal ini terjadi pada hari Minggu 9 Oktober 2016 sekitar pukul 16.30 WIB. Maskapai baru mengetahui kejadian tersebut sesaat setelah mendarat di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Kejadian bermula ketika seorang petugas kebersihan, Jamaludin, akan membersihkan seluruh kabin pesawat setelah seluruh penumpang dipastikan turun. Lalu, saat akan membersihkan salah satu toilet, dia terkejut melihat bayi mungil dengan ari-ari masih menempel.

"Temuan tersebut langsung dilaporkan ke petugas enginering, lalu dilanjutkan melaporkan ke pihak maskapai Qatar Airlines," ujar Kasubbag Humas Bag Ops Polres Bandara Soekarno Hatta, AKP Sutrisna, Senin (10/10/2016).

Baca Juga : Kejam! Bayi Ini Ditusuk 14 Kali dan Dikubur Hidup-Hidup, Ditemukan Masih Hidup Keadaanya Miris

Pihak maskapai lalu melaporkannya ke Polres Bandara Soetta. Lalu, dalam waktu bersamaan, ada seorang penumpang perempuan yang berinisial EWR melaporkan ke pihak maskapai bila dia mengalami pendarahan hebat.

"Jadi, saat tiba di Terminal 2 itu, EWR ini melaporkan diri ke pihak maskapai, kalau dia mengalami pendarahan hebat," ujar Sutrisna.

Mendapati hal tersebut, EWR langsung dibawa ke kantor kesehatan pelabuhan dan bandara. Dari sanalah diketahui, bila EWR telah melahirkan anak yang dikandungnya di dalam pesawat.

EWR lalu dirujuk ke Rumah Sakit Polri Kramatjati. Begitu pula dengan janin yang sudah tidak bernyawa.

Hingga saat ini, Sutrisna mengaku, EWR belum bisa dimintai keterangan lantaran kondisinya yang masih lemah pasca melahirkan.

"Nanti bila kesehatannya sudah pulih benar, barulah pelaku akan dibawa kembali ke Mapolresta Bandara Soetta untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawabannya," kata Sutrisna.

loading...
Top