Setelah "Semua" yang Dilalui Bersama Aa Gatot, Reza Artamevia Laporkan Gatot ke Polda Metro Jaya



Reza Artamevia namanya semakin terseret kasus narkoba Gatot Brajamusti. Gara-gara kepergok memakai narkoba di hotel bersama Gatot dan istri, Reza pun kini juga terjerat pasal pel3cehan anak dibawah umur dengan korban CT.

Reza sebenarnya mengakui "hubungnya"  dengan Aa Gatot, namun ia pada Jum'at (7/10/16) ini, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolda Metro Jaya, Jakarta Pusat, untuk melaporkan Aa Gatot. Perihal apakah?

Reza tiba pada pukul 15.40 WIB bersama kuasa hukumnya, Ramdan Alamsyah. Reza datang ke Mapolda Metro Jaya untuk melaporkan mantan guru spiritualnya, Gatot Brajamusti.

Baca Juga : 3 Tahun Bantu Buat Jembatan, Toni, Bule dari Swiss ini Malah Didenda

Reza yang mengenakan kerudung berwarna coklat muda tersebut langsung memasuki ruang SPK bersama kuasa hukumnya. Reza melaporkan Gatot Brajamusti perihal penipuan.

Adapun pasal penipuan yang dilaporkan tertera dalam pasal 378 tentang penipuan. Laporan ini diakui Reza terkait urusan zat terlarang (Shabu) yang disebut oleh Gatot Brajamusti dengan nama Aspat.

Reza, seperti diketahui sejak 2004 menjadi murid dari Gatot di Padepokan Brajamusti, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat. Diketahui, sejak tertangkapnya Gatot di Mataram beberapa bulan lalu, nama Aspat nyatanya sudah sangat familiar bagi murid-murid di Padepokan, termasuk Reza Artamevia.

Terlibat saat ditangkap oleh Satuan Narkoba Polres Mataram dan NTB, Reza kala itu diduga juga mengonsumsi aspat (shabu). Namun, ia membantah jika apa yang ia konsumsi bernama Aspat adalah zat terlarang (shabu).

Baca Juga : Kasihan Tukang Laundry ini Digugat Dirjen HAM Rp 210 Juta, Gara-Gara Jas Kurang Rapi

Dalam laporan ke SPK Polda Metro Jaya, Reza mengaku merasa tertipu atas apa yang disebutkan Gatot Brajamusti. Menurutnya, ia sama sekali tidak mengetahui Aspat yang dimaksud nyatanya adalah shabu.

"Hari ini saya datang melaporkan penipuan Gatot Brajamusti. Laporannya terkait Aspat yang selama ini sata ketahui adalah stimulan, makanan yang tidak mengandung zat adiktif yang nyatanya mengandung zat terlarang," kata Reza usai melaporkan Gatot ke SPK, Jumat (7/10/2016).

Reza baru mengetahui bahwa Aspat yang ia konsumsi mengandung zat adiktif usai pemeriksaan rambut miliknya.

"Ya, saya baru tahu setelah ada kejadian ini, dan ada pemeriksaan dari rambut. Itu saya melaporkan itu karena saya dirugikan atau ditipu," terang Reza Artamevia menambahkan.

Benar ataukah hanya cari sensasi? Hanya anda yang bisa menilai.
loading...
Top