Salut! Bupati Purwakarta Dedi, Antar Bocah Karawang yang Lumpuh Otak ke RS Swasta



Seorang bupati bahkan bertindak sendiri membawa anak yang lumpuh otak di RSUD Karawang ke rumah sakit swasta. Ini yang dilakukan bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang menginginkan anak tersebut bisa langsung mendapatkan perawatan medis. Hal ini rupanya tak hanya kali ini saja, sebelumnya bupati Purwakarta ini sudah sering membantu orang yang sakit.

Awalnya Dedi akan menghadiri sebuah acara kebudayaan di Kabupaten Bekasi. Dia pun memilih menggunakan jalan umum agar tidak terjebak macet di jalan tol yang berbarengan dengan waktu pulang kerja.

Baca Juga : Kisah Irjen Suhardi yang Menyamar Gunakan Sendal Jepit, Namun Tak Digubris Saat Lapor ke Polsek

Di perjalanan Dedi mendapatkan pesan melalui SMS Center berisi permohonan bantuan dari seorang bapak yang menyebut anaknya tengah sakit namun terkatung-katung di RSUD Karawang. Mendapat pesan tersebut, Dedi yang berjarak tak jauh langsung mendatangi lokasi.

Sesampainya di lokasi sekitar pukul 20.00 WIB, dia pun langsung menuju IGD RSUD Karawang menemui sang pengirim pesan. "Purwakarta-na di mana? Jauh-jauh nepi ka Karawang. (Purwakarta-nya di mana? Jauh-jauh sampai ke Karawang)," ucap Dedi saat bertemu orang tua sang anak, Rabu (19/10/2016) malam.

"Sanes Pak. Saya wargi Karawang. (Bukan Pak. Saya warga Karawang)," jawab bapak sang anak, Iwan.

Meski keluarga tersebut bukan warganya, Dedi pun tetap melayani keluhan seperti yang disampaikan dalam pesan yang diterimanya. Setelah berbicang sejenak, diketahui jika mereka terlantar lantaran pihak rumah sakit beralasan tidak ada dokter ahli dan diminta untuk datang kembali besok.

Dalam perbincangan itu pun terungkap jika Iwan membawa dua anaknya Indriani (9) dan Yahya Ridwansyah (2) yang sama-sama mengalami sakit. Kedua anaknya itu, pada awalnya mengalami panas tinggi hingga kejang-kejang. Tak lama keduanya mengalami kelumpuhan otak.

"Adiknya (Yahya) sempat dirawat di sini (RSUD), tapi karena pakai Jamkesmas jadi pelayanannya seadanya. Waktu diperiksa katanya ada benjolan. Belum apa-apa diminta uang Rp 2 juta buat operasi," beber Iwan dilansir detikcom.

Baca Juga : Mirisnya Indonesiaku, Para Siswa SD ini Musti Lewati Jembatan dari 2 Batang Bambu untuk ke Sekolah

Karena tak mampu, Iwan pun membawa sang anak kembali ke rumah. Namun beberapa hari berselang sang anak malah kehilangan pandangan dan tubuhnya kaku seperti gejala Cerebral Palsy atau kelumpuhan otak yang diawali dengan panas tinggi. Hingga akhirnya pihak keluarga pun kembali membawa Yahya ke rumah sakit.

"Kakaknya (Indriani) sudah begini (lumpuh otak) sudah empat tahun lalu. Awalnya juga step, dan akhirnya seperti ini," ucapnya.

Tak berselang lama setelah obrolan, Dedi pun langsung membawa anak-anak tersebut dengan membopong masuk ke dalam mobil pribadinya menuju RS Cito Mandaya. Sesampainya di rumah sakit tersebut Dedi langsung membawa sang anak ke ruang IGD untuk penanganan awal.

Setelah diperiksa, anak-anak tersebut pun ditempatkan di ruang perawatan kelas satu. "Tidak perlu pakai jaminan kesehatan biar penanganannya cepat. Bayar biasa saja. Semua saya yang tanggung," tegas Dedi pada petugas rumah sakit.



Tidak hanya itu Dedi yang juga Ketua DPD I Golkar Jabar langsung menghubungi Ketua DPD II Golkar Kabupaten Karawang untuk mengawasi dan membantu keluarga pasien. Pasalnya semua biaya sudah dia tanggung dan tinggal diawasi.

"Saya juga sudah menghubungi Bupati Karawang, nanti katanya mau membantu juga," pungkas Dedi.

Selain membawa kedua adik-kakak tersebut, Dedi pun membawa seorang bayi berusia 1,5 tahun anak seorang pemulung yang awalnya tengah menunggu perawatan di IGD RSUD Karawang ke RS Cito Mandaya agar segera mendapat perawatan.

Baca Juga : Pihak PT. Rizki Abadi Jaya Menampik Bahwa Permen Jari ada Kandungan Narkoba-nya

Sebelum pulang, Dedi juga memberikan sejumlah uang kepada dua keluarga yang anaknya dirawat sebagai biaya sehari-hari selama menunggu proses penanganan medis yang dilakukan pihak rumah sakit.

Wah, salut dengan pak Dedi ini. Semoga amal ibadahnya diterima, dan menjadi contoh pejabat - pejabat lain untuk berlomba-lomba lakukan kebaikan.
Top