Sadarkah Anda, Inilah 10 Hal - Hal Konyol dan Aneh yang Selalu Ada di Sinetron Indonesia


Ada banyak sinetron-sinetron yang sukses mendapat rating tinggi dan menjadi terkenal. Beberapa tahun lalu ada sinetron Tersanjung dan Pernikahan Dini. Kemudian juga ada sinetron Cinta Fitri yang sampai menembus 7 season. Sementara itu dari sinetron bertema remaja ada Arti Sahabat dan Putih Abu-Abu. Selain itu juga ada beberapa sinetron yang bertemakan Islami seperti Islam KTP dan Tukang Bubur Naik Haji. Bahkan juga ada sinetron yang bertema anak-anak seperti Tendangan Si Madun.

Di dalam sinetron juga ada tokoh protagonis dan antagonis. Namun karena sinetron yang tayang di Indonesia biasanya tayang setiap hari alias sinetron kejar tayang, maka kualitas dari isi cerita sinetron terkesan seadanya, yang penting mampu memenuhi target tayang tepat waktu. Hal itulah yang membuat semua cerita sinetron terkesan sama, meski dari background yang berbeda. Ada beberapa hal atau adegan yang selalu ada di hampir semua sinetron di Indonesia, yang terkesan konyol dan aneh. Berikut 10 Hal-Hal Konyol dan Aneh yang Selalu Ada di Sinetron Indonesia :

1. Adegan di Rumah Sakit

Rumah sakit menjadi 'tempat favorit' di sinetron Indonesia karena hampir semua sinetron selalu ada adegan di rumah sakit. Biasanya, tokoh yang sakit atau karena hal lainnya harus dirawat di rumah sakit dengan infus dan alat lainnya. Kemudian tokoh-tokoh lainnya menunggui di sisinya. Yang paling ekstrem, biasanya akan ada tokoh antagonis yang berusaha membunuh tokoh yang sakit tersebut dengan menyamar menjadi dokter atau perawat dan kemudian menyuntikkan racun ke dalam infusnya. Ada cukup banyak sinetron yang memakai adegan seperti ini.

2. Mau Ditabrak Mobil Teriak Dulu

Mungkin adegan ini ada di 80% sinetron di Indonesia. Adegan tabrak lari adalah adegan favorit untuk 'membunuh' salah satu tokoh dalam sinetron, karena proses shooting yang mudah dibandingkan dengan cara lainnya. Namun yang menjadi masalah adalah proses saat tabrak lari tersebut. Seseorang yang sedang menyebrang jalan dengan melamun, tiba-tiba ada mobil atau truk yang berjalan dengan cepat sambil membunyikan klakson. Ketika itu, orang tersebut bukannya lari atau menghindar. Ia malah diam di tempat sambil berteriak seakan-akan memang ingin ditabrak. Dan adegan selanjutnya pun bisa ditebak. Hal ini selalu terjadi di setiap adegan yang serupa.


3. Adegan Akhir Ibadah & Doa

Tokoh protagonis biasanya juga digambarkan sebagai orang yang alim dan ahli ibadah. Oleh karena itu, sering diperlihatkan saat tokoh protagonis sedang shalat atau membaca Al-Quran. Ironisnya, adegan yang diperlihatkan selalu adegan akhir dari ibadah tersebut. Saat shalat, adegan yang diperlihatkan adalah adegan saat salam terakhir. Begitu juga saat membaca Al-Qur'an. Setelah itu biasanya tokoh tersebut akan berdoa dengan suara yang keras seakan-akan ingin semua orang tahu isi doanya. Hal ini terjadi di hampir semua sinetron, terutama yang bertema Islami.

BACA JUGA : Buah Hati Komika Uus, Berwajah Lucu Namun Disebut Haters Mirip Alien, Uus Marah Besar?

4. Tokoh Protagonis yang Baik dan Suci 

Di hampir semua sinetron, tokoh utama dalam sinetron atau tokoh protagonis biasanya digambarkan sebagai seorang yang baik hati, tidak sombong, berhati suci, alim, sabar dan pemaaf. Ia memiliki sifat yang nyaris sempurna. Hal ini terkesan kontras karena biasanya tokoh protagonis justru 'tersiksa' oleh kelakuan dari tokoh antagonis. Namun karena sifatnya yang baik hati, sabar dan pemaaf, biasanya tokoh protagonis hanya bisa menerimanya dengan lapang dada.

5. Ibu-Anak Tertukar & Tes DNA

Banyak sinetron di Indonesia yang menggunakan hubungan ibu dan anak yang terpisah sebagai garis besar cerita. Biasanya ibu dan anak yang terpisah sejak kecil, kemudian mereka dipertemukan tanpa mengetahui status ibu-anak di antara mereka. Dan anehnya lagi, justru tokoh antagonis lah yang tahu hubungan ibu-anak tersebut. Dan saat tokoh protagonis hampir mengetahuinya, biasanya tes DNA akan dilakukan untuk membuktikannya. Klasiknya, tokoh antagonis biasanya menyuap dokter untuk memalsukan tes DNA tersebut. Hal ini banyak terjadi di beberapa sinetron dengan jalan cerita yang serupa.


6. Adanya Preman atau Orang Bayaran

Tokoh antagonis biasanya digambarkan sebagai seorang yang jahat yang bisa menculik atau membunuh orang lain. Namun ia tidak melakukannya sendiri. Biasanya ia menyewa preman atau orang atau pembunuh bayaran untuk melakukan aksinya. Preman-preman ini biasanya digambarkan sebagai orang yang garang, bertubuh kekar dan berotot, memakai jaket kulit khas preman, namun memiliki IQ rendah dan biasanya gagal melakukan aksinya karena kebodohannya tersebut. Hal semacam ini banyak terjadi di sinetron di Indonesia.

7. Tokoh Pembantu yang Tidak Punya Kehidupan

Untuk yang satu ini lebih banyak terjadi di sinetron bertema remaja. Biasanya digambarkan pertemanan kelompok remaja yang biasanya terdiri dari 3 orang dengan satu orang sebagai pemimpin kelompok tersebut. Anehnya, 2 orang dalam kelompok tersebut selalu mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh pemimpin kelompok tersebut. Mereka membantu dan mengurusi kehidupan pemimpin kelompok tersebut dalam berbagai hal seakan-akan mereka tidak punya kehidupan sendiri. Hal yang tentu tidak ada di kehidupan nyata.

8. Adanya Cinta Segitiga

Hal yang klasik yang selalu ada di semua sinetron di Indonesia. Biasanya seorang perempuan diperebutkan oleh dua orang laki-laki (atau bisa juga sebaliknya). Kemudian terjadi persaingan di antara dua laki-laki tersebut untuk mendapatkan hati sang perempuan. Hal ini merupakan hal dasar yang ada di tiap sinetron di Indonesia.

9. Adegan Batal Menikah Saat Ijab Qabul

Jujur sampai sekarang masih belum pernah melihat adegan menikah yang sudah memasuki ijab qabul lalu kemudian dibatalkan. Namun hampir di tiap sinetron di Indonesia, adegan ini ada. Dua mempelai yang akan menikah dan sudah memasuki tahap ijab qabul, tiba-tiba seseorang yang biasanya orang ketiga dalam hubungan kedua mempelai, datang dan membatalkan pernikahan tersebut. Kata-kata yang biasa diucapkan untuk membatalkan proses ijab qabul tersebut biasanya "Tunggu", "Pernikahan ini tidak sah", atau kata-kata lainnya.

10. Racun dalam Minuman

Selain tabrak lari, adegan lain yang digunakan untuk membunuh tokoh dalam sinetron adalah dengan racun. Namun biasanya cara ini tidak digunakan untuk membunuh, namun hanya untuk membuat pingsan saja. Racun dimasukkan ke dalam minuman. Kemudian orang yang meminumnya akan pusing lalu pingsan. Cara ini terkesan sangat klasik karena terjadi di banyak sinetron di Indonesia.
Top