Ratusan Warga Berdemo Menuntut Poso Jadi Ibu Kota Sulawesi Timur

500 warga melakukan demo di halaman gedung DPRD Kabupaten Poso, Kamis (6/10/2016). Aksi demonstrasi ini dilakukan oleh massa gabungan dari mahasiswa, pegawai negeri sipil (PNS) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) dari Forum Masyarakat Sintuwu Raya (FMSR).



Mereka menggelar aksi demo meminta pemerintah pusat mendukung Kabupaten Poso sebagai ibu kota Sulawesi Timur.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan dan desakan terhadap Pemerintah Pusat serta DPR RI untuk meninjau kembali hasil keputusan DPRD Sulawesi Tengah tertanggal 31 Agustus 2016 tentang pelepasan 6 wilayah kabupaten untuk daerah otonomi baru Sulawesi Timur (Sultim).

Ratusan massa ini diterima langsung oleh Ketua DPRD Poso, Ellen Pelealu, hingga menyampaikan aspirasinya meminta agar pihak DPRD mendukung Kabupaten Poso sebagai ibukota Sulawesi Timur.

Di hadapan massa, Ellen berjanji akan menindaklanjutinya.

"Kami sebagai Ketua DPRD Poso intinya sangat mendukung jika Kabupaten Poso dijadikan sebagai ibu kota Sultim, aspirasi warga adalah amanah buat kami semua," ungkap Ellen.

Setelah puas dengan sikap dan pernyataan Ketua DPRD Poso, massa selanjutnya bergerak menuju kantor Bupati Poso untuk menyampaikan langsung sikapnya kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Poso.

Baca Juga : Jakarta Sedang Disorot Dunia International, Banyak Media Asing Memberitakan

Bupati Poso Darmin A Sigilipu yang menerima para pendemo tersebut di hadapan massa juga berjanji secepatnya akan melakukan koordinasi dengan DPRD Provinsi Sulteng.

"Karena ini untuk kepentingan warga Poso, maka apa yang menjadi tuntutan dan permintaan masyarakat harus kita akomodasi, saya bersama Wakil Bupati mendukung secara penuh Poso sebagai ibu kota Sultim," tutur Darmin.

Setelah melakukan orasi di gedung DPRD Poso dan Kantor Bupati Poso, ratusan massa gabungan melanjutkan aksi damai di jalur Trans Sulawesi di depan pertokoan di Kecamatan Poso Kota Utara.

Di lokasi tersebut, sambil melakukan pembakaran sejumlah ban bekas, Koordinator Aksi Abdul Rahman Hasan kembali membacakan sejumlah tuntutan di antaranya meminta kepada Bupati dan Ketua DPRD Poso untuk mendukung Poso sebagai ibukota Sultim.

Setelah puas melakukan aksi demo selama 3 jam dari pukul 09.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita, ratusan massa selanjutnya membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan ketat puluhan petugas kepolisian dari Mapolres Poso.

Sebelum membubarkan diri, massa berjanji kembali akan menurunkan massa yang lebih besar lagi jika DPR RI Pusat tetap akan memaksakan Kabupaten Luwuk dijadikan sebagai ibu kota Sulawesi Timur.

Top