Pria Ini Lapor Polisi Karena Dipukuli Istri, Netizen Berikan Respon Yang Mengejutkan

Kasus ini terbilang unik biasanya wanita yang jadi korban KDRT ini malah sebaliknya, tapi uniknya si wanita justru tuai dukungan, Minggu (23/10/2016).



Netizen yang mengetahui kisah lengkapnya, kronologi hingga seorang suami ditempeleng oleh istri berikan respon mengejutkan.

Si wanita justru menuai dukungan dan pria yang jadi korban KDRT menuai bully, kok bisa?
Tampaknya kisah di balik peristiwa tersebut menjadi bahan perdebatan sengit netter.

Namun sebagian besar justru bersimpati pada si wanita lantaran si pria dinilai tak bertanggungjawab.

Seperti yang di beritakan tribunnews.com Melalui kolom komentar pada berita berjudul: Ditempeleng Istrinya Saat Pulang Malam, Nanang Lapor ke Polisi, banyak netter berikan pendapatnya.

"Msh mending sih di galakin lalu di tempeleng ..coba klo sampai di baik2in lalu di kasih kopi yg isinya sianida..sdh deh kelar hidupnya..yg ada bkn lapor polisi tp malaikat bro." Tulis akun dengan nama Dhann.

Tak hanya akun Facebook Dhann, akun lainnya dengan nama Sindy Grace miliki pendapat yang senada.

"Hahaha...mantep broo..klo aq jd istrinya pst aq tambahin pake pukulan maut ..kwkwkw.."
"Lha klk btul ank sakit laki klyuran ampk lrut mlm sedang jnji mau antr kedokter udh pasti dong istri jengkl," tulis Lastry Mboke Defry.

"Makanya jd suami yg tgg jwb,,,,, mikir dong, seorang istri smpi berani nempeleng suami itu berarti suaminya kebangetan,,,,, udah tau anak sakit malah di tinggal keluyuran,,,,, otak laki" tolok ya begitu." Tambah akun dengan nama Maribeth.

Masih banyak komentar netter lainnya yang hampir mirip.
Rata-rata netizen menilai si suami tak bertanggungjawab lantaran janji antar anak ke dokter justru pulang larut.

Lapor polisi

Seperti dikisahkan sebelumnya seperti dikutip dari Surya, Nanang melaporkan istrinya sendiri ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) polres, Sabtu (22/10/2016).

Nanang, sang suami ini nekat melaporkan istrinya, lantaran semalam saat pulang ke rumah merasa ditempeleng istrinya.

Nanang bertandang ke PPA didampingi orang tuanya untuk melaporkan kejadian yang dialaminya, Sabtu (22/10/2016) dini hari.

Terungkap, Nanang pulang larut malam. Nah, sementara saat pelapor keluar rumah sejak sore, anaknya yang masih duduk di bangku play group dalam keadaan sakit.

Tentu si istri Zeni menunggu pelapor, karena berencana untuk membawa anaknya berobat ke dokter.

Lama ditunggu hingga larut malam hari tidak juga pulang.
Saat tiba di rumah, Nanang tidak bisa langsung masuk ke dalam rumah, karena pintu dikunci dari dalam.

Hingga beberapa menit kemudian menunggu dan berusaha mengetok pintu, tidak juga dibukakan pintunya.

Dengan tubuh gontai entah karena pengaruh apa, Nanang yang terpicu rasa jengkel dan geregetan, akhirnya ia mematikan listrik rumah lewat skaklar meteran yang ada di luar rumah.

"Saat listrik mati itulah baru si istrinya, membukanan pintu,"ungkap Paur Subbag Humas, Ipda Raksan kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Sabtu (22/10/2016).

Saat membukakan pintu itulah, si istri katanya langsung menampar  atau pukul muka pelapor.
Hanya saja, kata Raksan, laporan yang tentu masih sepihak ini harus dikoscek dengan terlapor.
loading...
Top