Pemimpin Tertinggi ISIS Mati Diracun. Siapa Dalang di Balik Semua ini?

ISIS (Negara Islam Irak dan Suriah). Pergerakan yang dikenal dengan sebutan ISIS ini merupakan sebuah organisasi yang memiliki tujuan mendirikan negara Islam. Gerakan ini awal mulanya lahir di wilayah Timur Tengah yang dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi. Tujuan dari pergerakannya saat saat ini adalah, menaklukkan dan menyatukan wilayah Suriah, Irak, Mesir, Lebanon, Jordania, dan Israel menjadi negara kesatuan di bawah bendera khilafah, sebuah kerajaan yang menerapkan hukum Islam secara penuh dalam menjalankan pemerintahan negara. Bukan tidak mungkin, penaklukkan – penaklukkan  akan dilanjutkan ke seluruh penjuru dunia.



Sebuah kabar dikutip dari news.com.au, Selasa (4/10/16), pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi meregang nyawa setelah diracun oleh sosok misterius di Irak. Ia tak sendiri, tiga anggota senior ISIS juga disebut dalam kondisi sekarat akibat peristiwa itu. Demikian laporan yang dirilis The Sun.

Keempatnya disebut mengalami percobaan pembunuhan ketika berada di Al-Ba'aj, sebelah barat daya Mosul, kota terbesar ISIS di Irak. Para pentolan kelompok teroris itu pun segera dilarikan untuk mendapat perawatan ke sebuah lokasi rahasia.

Sementara itu, kantor berita Iran, FARS mengatakan, ISIS telah menangkap sejumlah orang demi mengetahui siapa dalang di balik aksi peracunan ini.

Baca Juga : Sungguh Menyayat Hati, Ibu ini Tega Mutilasi Bayinya dan Memotong Telinga Anak Perempuanya

Al-Baghdadi sejak lama telah menjadi buron nomor satu dunia. Amerika Serikat (AS) memberi harga US$ 12 juta untuk kepala pemimpin ISIS itu.

Ia disebut bertanggung jawab atas tindak pemerk0saan dan penyiksaan terhadap seorang pekerja kemanusiaan AS, Kayla Mueller (26). Al-Baghdadi dikabarkan memaksa Mueller untuk menikah dengannya sebelum akhirnya memerkos@ perempuan itu berkali-kali.

Mueller tewas dalam serangan udara pasukan Yordania terhadap ISIS pada Februari 2015 lalu.

Al-Baghdadi, bukan orang baru bagi Negeri Paman Sam. Pria itu sempat ditahan pasukan AS di Fallujah pada 2004 ketika invasi Irak berlangsung.

Ia dibebaskan enam bulan kemudian. Pada 2010 ia mendeklarasikan dirinya sebagai pemimpin ISIS.

Jika laporan terkait peristiwa peracunan yang dialami al-Baghdadi benar, maka ini bukan kali pertama ia sakit. Sebelumnya, ia sempat menderita luka akibat serangan udara AS yang dilancarkan di Suriah pada 2015.

Juni lalu, sempat muncul kabar bahwa ia tewas dalam serangan udara AS di Ibu kota ISIS, Raqqa. Namun kabar tersebut tidak benar.

Apa kira-kira yang terjadi jika pimpinan ISIS sudah mati saat ini? Apakah dalang dibalik ini akan menggantikan dengan rezim yang lebih kejam, ataukah organisasi ini akan ditumpas habis? Wallahu A'lam.
loading...
Top