OrangTua Harus Waspada! Begini Cara Media Sosial Merusak Mental



Kekuatan media sosial saat ini benar-benar berpengaruh besar pada perubahan dunia. Media sosial saat ini bisa dikatakan sebagai tonggak revolusi baru dalam sejarah manusia.

Karena itu sangat penting ditekankan adanya pendidikan mental, untuk melindungi seseorang dari efek buruk sosial media. Media sosial bisa menjadi candu interaksi sosial, hingga merusak kesehatan mental. Bagaimana itu bisa terjadi? Simak ulasanya berikut ini,

1. Sosial media selalu jadi candu



Ya, kita selalu menyukai sosial media, bahkan ada yang terobsesi tentang hal tersebut karena secara tidak langsung terus memanjakan. Utamanya para remaja zaman sekarang, tak lengkap bila tak punyai lebih dari 1 akun media sosial.

Facebook, Instragram, Twitter, WhatsApp ataupun BBM misalnya. Banyaknya Like dan atau Retweet akan meningkatkan rasa kepercayaan diri kita terhadap sosial media. Semakin banyak maka akan semakin candu masuk ke dalam otak. Selanjutnya seseorang akan berinteraksi melalui komentar dengan berbagai ekspresi.

Baca Juga : Buat yang Sering Selfie, Bisa Jadi Kesehatan Mentalnya Terganggu. Ini Penjelasanya!

Kemudian, di tahap ini seseorang akan berusaha kembali memosting sebuah momen dan berharap ada interaksi di sana seperti yang telah dialami sebelumnya. Candu di sini makin terasa.

2. Mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain



Untuk tahap ini orangtua harus benar-benar mendasari anak dengan mental yang kuat. Karena tanpa disadari, inilah yang akan terjadi.

Seseorang akan memiliki kecenderungan yang tidak sehat yang membandingkan dirinya dengan orang lain, mulai dari foto dan profil yang terlihat menyombongkan diri, riasan wajah, mengunjungi tempat-tempat yang jauh dan indah, menyantap makanan yang enak dan mahal, atau berbagai hal-hal lain.

Nah, tanpa disadari ini mempengaruhi kesehatan mental Anda. Akan ada perasaan negatif dan membahayakan seseorang yang berhubungan dengan tingkat kepercayaan diri.

3.Resah dan gelisah



Jika sehari saja orang yang sudah kecanduan media sosial tiba-tiba tidak dapat mengakses media sosialnya, maka yang terjadi adalah dia merasa cemas, gelisah, kebingungan dan tidak tahu harus melakukan apa. Inilah yang dikatakan bahwa kecanduan sosial media begitu berbahaya pada kesehatan mental seseorang.

4. Mengganggu kegiatan sehari-hari



Gangguan yang disebabkan oleh notifikasi media sosial bisa saja membahayakan kemampuan kita untuk berkonsentrasi pada pekerjaa tertentu. Bagi para remaja, bahaya untuk sekolah maupun kuliahnya.

Sebagai naluri alami, seseorang akan tertarik melihat atau mencari tahu tentang kehidupan orang lain (memang tidak semua), dan hal ini dapat mengganggu ritme bekerja atau apa yang sedang Anda kerjakan.

Baca Juga : Foto Selfie dengan Background Lele Berhamburan di Jalan, Cewek ini Jadi Viral di Media Sosial

Jelas, konsentrasi yang terganggu dapat menurunkan produktivitas. So, mulai sekarang berhati-hati dengan sosial media.

5.Kejahatan sosial



Kadang-kadang ada beberapa orang yang membuat kesalahan dengan menyamakan dunia maya dengan kehidupan nyata. Bahkan ada yang sampai menganggap itu benar-benar nyata hingga menjalin hubungan asmara di media sosial, mencari jodoh, bahkan tidak sedikit yang akhirnya tertipu.

Belum lagi cyberbullying yang telah menjadi masalah umum saat ini. Media sosial bahkan telah meninggalkan banyak sekali korban yang tidak hanya mengalami trauma, melainkan cedera fisik fatal.

6.Depresi akut


Kerjaanya cuma main media sosial saja

Saat seseorang sudah kecanduan media sosial, maka dia akan kehilangan interaksi fisik dengan orang-orang di sekitarnya. Dia tidak lagi bertegur sapa meskipun duduk di satu meja di restoran. Nah, hal ini juga termasuk dalam kategori mental yang telah rusak.

Bahkan ada orang yang sudah masuk dalam kategori depresi jika tidak berinteraksi di dunia maya. Mereka merasa tidak nyaman berinteraksi secara langsung dengan orang lain, dan memilih berselancar di dunia maya dengan teman-teman virtualnya. Jika tidak terpenuhi, dia akan merasa depresi karena tidak bisa bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Anda sebagai pengguna sosial harus dapat menahan diri, dan memisahkan waktu mana yang harus dikelola untuk berbagai hal bermanfaat. Begitu juga sebagai orangtua, jaga dan awasi anak. Beri kegiatan pembelajaran yang lebih bermanfaat kepada anak.
Top