Mitos ini Masih Sering Dipercayai Pada Hubungan Pernikahan



Mitos terlahir karena adanya keberagaman ragam budaya dan kepercayaan di masyarakat kita. Seperti mitos yang merebak di lingkungan sosial, tentang suatu hubungan pernikahan. Terkadang kita harus memisahkan dan berpikir cerdas kenapa alasan mitos ini ada dan dipercaya. Karena mitos terkadang tercipta hanya untuk menakut-nakuti, agar kita tidak melakukan itu tanpa alasan yang berarti.

Dikutip dari tribunnews, seorang pakar hubungan dan etika, Mara Opperman mengatakan bahwa ada tiga mitos pernikahan yang banyak dipercaya pasangan suami istri, meski zaman telah bergulir modern.

Kehadiran anak jadikan pernikahan harmonis

Kehadiran anak akan membuat suami dan istri memang membuat kehidupan pernikahan lebih bahagia.
Namun, Anda yang tak kunjung mendapatkan momongan jangan kecil hati. Sebab, kunci bahagia bersama itu tak selalu karena kehadiran anak.

Baca Juga : Jangan Pernah Lakukan ini di Media Sosial

“Sejumlah studi mengungkapkan bahwa memiliki bayi bisa meningkatkan strespada pernikahan. Tak sedikit pasangan yang akhirnya berpisah karena tidak bisa mengatasi beban dan tanggungjawab di masa depan,” jelas Opperman.

Opperman mengatakan, masalah yang dihadapi oleh pasangan suami istri sebelum kehadiran anak tak otomatis hilang  dengan kehadiran anak.

Seks terus berkurang

Studi yang publikasikan oleh Center of Sexual Health Promotion di Indiana university menunjukkan bahwa pasangan menikah lebih kreatif dalam mengeksplorasi variasi posisi bercinta. Jadi, mitos yang mengatakan bahwa kualitas seks menurun pada suami dan istri adalah salah besar.

Hubungan seksual berjalan hambar

Faktanya, menurut Opperman, pasangan yang sudah menikah memiliki fantasi seksual lebih seru dan variatif. Selain itu, mereka tidak ragu untuk mewujudkannya bersama pasangan.

Jika mitos itu positif dampaknya, diyakini akan lebih baik. Namun jika dampak negatif yang didapat, maka jika dipercaya akan menjadi sebuah bilah mata pisau yang tajam.
Top