Masih Merasa Kurang? Mungkin Kisah Gadis yang Hidup Dalam Ember Plastik Ini Bisa Membuat Kita Bersyukur

Manusia adalah makhluk paling sempurna yang pernah Tuhan Ciptakan. Oleh karena itu kita harus bersyukur dengan apa yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Tapi jika kamu masih merasa kurang, mungkin kisah gadis satu ini bisa menginspirasi kita.



BACA JUGA: Awas Pembobolan ATM dengan Cara "Skimming" Semakin Gencar! Begini Modus Barunya

Dikutip Wajibbaca dari Indozone, 19 tahun lalu, seorang gadis lahir ditengah masyarakat Kano, Nigeria. Tangisan bayi itu pun membuat semua keluarganya tersenyum bahagia. Tapi rupanya hal itu tidak terjadi lama setelah divonis berhentuh tumbuh sejak usianya menginjak 6 bulan.

Adalah Rahma Hanura, yang mengalami kondisi misterius yang terjadi saat usianya 6 bulan. Tanpa merangkak, ia bisa langsung duduk. Sejak saat itulah ia menderita demam tinggi yang disertai sakit perut.

"Setiap kali demam dan sakit perut, kaki dan tangannya tidak bisa digerakkan," kata sang ibu, Fadi.

Hari berganti dan mulai terlihat keanehan dalam pertumbuhan tubuh Rahma kecil. Kepalanya tumbuh membesar, namun tungkainya tidak "bergerak" sama sekali. Sejak saat itulah, hingga usianya ke 19 tahun, ia harus menjalani kehidupannya di dala ember plastic.

Akibat kondisi fisiknya yang misterius tersebut, Rahma "hidup" di dalam ember yang disediakan sang ibu sebagai sarana transportasinya. Keluarganya akan bergantian mengangkat ember "tempat tinggalnya" untuk mengajaknya bermain atau mengunjungi tetangga.

"Mereka sangat membantuku. Bagaimana caranya? mereka memberikan semua yang aku butuhkan," kata Rahma, yang kini berusia 19 tahun.

Gadis itu sangat dekat dengan sang adik, Fahad, yang berusia 10 tahun. "Aku sering membantunya. Memandikan kakakku merupakan hal yang sudah biasa aku lakukan," kata Fahad. "Aku merasa senang setiap kali aku melihat banyak orang bersedia membantunya. Kami sering mengunjungi saudara dan dia menyukainya," ujar bocah 10 tahun itu.

Hingga sekarang, penyebab kondisi misterius Rahma Haruna masih menjadi misteri bagi keluarganya. Sang ayah, Hussaini, menjelaskan bahwa dia telah menghabiskan banyak biaya untuk mengobati Rahma. Namun, hasilnya tetap nihil.

"Aku menghabiskan waktu 15 tahun untuk mencari obat penyembuh. Aku bekerja di berbagai tempat, untuk mencari biaya pengobtatan," kata Hussaini.

"Aku menjual hampir semua yang kumiliki. Hanya Tuhan yang tahu berapa yang telah kuhabiskan," ujar dia.

Semoga kisah Rahma ini membuat kita lebih bersyukur atas apa yang Tuhan Berikan dan Menjadi motivasi bagi kita. Rahma yang kemana-mana selalu memakai ember saja bersemangat untuk bisa tetap menjalani hidup, kenapa kita tidak?
loading...
Top