Masih Ingat Dengan Bocah Penjual Bunga Ini? Daniel Dejapin Tanpa Disadari Inilah Kehidupannya Saat Ini

Pendidikan merupakan hak semua orang, tanpa terkecuali.

Ironisnya, banyak sekali anak-anak yang terancam tak bisa menikmati bangku sekolah dengan berbagai alasan.



Yang paling menonjol adalah alasan ekonomi.

Banyak anak-anak yang justru memilih turun ke jalanan untuk mencari uang ketimbang menimba ilmu.

Baca Juga : Lama Tidak Terdengar Kabarnya, Penyanyi Religi Sulis Tertimpa Musibah

Kemiskinan memaksa mereka harus merelakan waktu dan usianya untuk mencari uang.

Orangtua juga kadang lebih memilih mengirimkan anak-anaknya ke jalanan ketimbang harus ke sekolah yang disediakan untuk anak kurang mampu.

Namun, ternyata hal itu tak berlaku bagi anak yang satu ini.

Dikutip dari viral4real diteruskan tribunnews.com , seorang anak bernama Daniel Dejapin kini tengah menikmati kesuksesannya dengan mendapatkan beasiswa kuliah di Jerman.

Lelaki asal Filipina ini ternyata dulunya adalah anak jalanan.

Disaat usianya enam tahun, Daniel Dejapin terpaksa hidup di jalanan.

Sehari-hari kadang ia harus makan dengan mengorek tempat sampah.

Sebagian besar masa kecilnya dihabiskan dengan mencari uang di jalanan.
Orangtuanya kala itu sering mabuk-mabukkan.

Sehingga Daniel harus menjaga dirinya sendiri dan mencoba bertahan hidup dengan mencari uang di jalan.

Daniel kemudian memutuskan untuk meninggalkan rumah dan hidup di jalanan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia menjual bunga mawar.

Jalan terjal dan berliku pun ia lalui, sering sekali ia mendapati perlakuan kasar dari orang-orang disekitarnya.

Seperti diusir saat berjualan, atau mendapat intimidasi oleh anak-anak jalanan lainnya.
Tak seperti anak-anak lainnya, meski ia bertahan hidup dengan mencari uang di jalan, ia tetap menyempatkan diri untuk bersekolah.

Ia bersekolah di pagi hingga siang hari, lalu berjualan bunga di malam harinya.
Usanya yang keras itu rupanya dilirik oleh gurunya di sekolah.



Ia berhasil mendapatkan beasiswa dan berkesempatan sekolah di di Aguinaldo International School.

Usahanya pun semakin keras, sehingga ia kembali diperkenalkan ke sebuah lembaga bernama Beasiswa UWC (United World College).

Meski begitu, ia pun harus berhadapan dengan ratusan pelamar beasiswa lainnya.

Namun, sebuah pesan singkat yang diterimanya di suatu pagi itu mengubah hidupnya.

Ia mendapat kabar kalau ia mendapatkan beasiswa penuh di The Robert Bosch United World College di Jerman.

Kini, ia tinggal di Jerman untuk menempuh pendidikan di Jerman.

Top