Masa Tua Artis-Artis ini Mengenaskan, Padahal Dulu Mereka Bergelimang Harta



Siapa yang tahu akan nasibnya tahun depan, bulan depan, esok pagi, atau bahkan satu jam kedepan? Tak ada manusia yang dapat mengetahui kehendak Yang Maha Kuasa. Itulah kehidupan, dimana roda selalu berputar. Kadang dalam keadaan berkecukupan, namun bisa dilain waktu bahkan bisa kehilangan segalanya.

Seperti yang dialami sejumlah artis ini. Saat berada di masa jaya, nama mereka dipuji-puji banyak orang dan sangat memungkinkan kondisi mereka kala itu berkelimpahan materi.

Baca Juga : Kasihan! Di Masa Tuanya, Dua Nenek Menyambung Hidup Hanya dengan Berjualan Lilin

Namun ketika memasuki masa tua, hidup mereka justru menderita karena alasan ekonomi ataupun yang lain. Berikut lima artis yang hidupnya memprihatinkan di masa tuanya, dikutip dari tribunnews,

1. Bambang Triyono, Pemeran Kentung di Serial Tuyul dan Mbak Yul


Bambang Triyono, Pemeran Kentung di Serial Tuyul dan Mbak Yul

Generasi tahun 90-an pasti begitu familiar dengan tokoh Kentung di sinetron Tuyul dan Mbak Yul. Ia merupakan teman baik Tuyul yang diperankan oleh Ony Syahrizal. Nama aslinya adalah Bambang Triyono. Tak banyak yang tahu bila ia menghabiskan masa tuanya di DIY.

Pada tahun 2010 lalu, ia diserang stroke yang membuatnya kesulitan beraktivitas. Di tengah kondisi itu, istrinya justru minta cerai. Setelah hidup terlunta-lunta dan berpindah-pindah dari sejumlah tempat, akhirnya Bambang ditemukan oleh seorang petugas Dinas Sosial di DIY. Ia kemudian disewakan sebuah kamar kos berukuran 3×4 meter di daerah Ngangkruk, Sardonoharjo, Sleman.

Untuk dibawa ke panti jompo sangat tidak memungkinkan karena usianya masih 58 tahun saat ditemukan. Di kos itu, kehidupan Kentung benar-benar memprihatinkan. Ia harus menggelundungkan badan bila ingin berpindah tempat. Anaknya jarang mengunjungi, hanya petugas Dinas Sosial saja yang terus memantau keadaannya.

Pada Februari 2015, Bambang menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Bethesda karena penyakit yang dideritanya.

2. M Amin, Pemeran Om Jin di Sinetron Jin dan Jun



Dengan karpet terbang ajaibnya, Om Jin atau M Amin dalam sinetron Jin dan Jun seolah siap memenuhi keinginan pemiliknya, Jun. Namun ternyata, kehidupan Om Jin di dunia nyata, terutama di masa akhir hidupnya, tak seindah di layar kaca.

M Amin yang merupakan pria keturunan Pakistan menghabiskan hari tuanya di perumahan padat penduduk di Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Untuk makan saja ia sering mengalami kesusahan. Ia biasanya makan di warung tetangga dan tidak kuat membayarnya. Bahkan saat ia meninggal pada tahun 2013, media tak ada yang mengabarkannya.

3. Pak Tile, Pemeran Engkong di Si Dul Anak Sekolahan



Di masa tuanya, Pak Tile justru hidup dalam kesusahan. Ia harus menghidupi delapan anak di sebuah rumah lusuh. Sebelum meninggal, ia digugat cerai oleh istri keduanya. Belum selesai perkara, Pak Tile justru meninggal karena penyangkit kronis yang diderita.

Semasa hidup, pemeran Engkong itu dikenal baik hati dan tak pernah mempermasalahkan berapa besar honor yang ia terima.

4. Aminah Cendrakasih, Pemeran Mak Nyak



Penggemar sinetron Si Dul Anak Sekolahan pasti tak asing lagi dengan tokoh Mak Nyak yang menjadi ibu Dul di sinetron tersebut. Sudah cukup lama, pemilik nama asli Aminah Cendrakasih itu mengalami kebutaan karena penyakit glukoma yang dideritanya.

Hingga saat ini, belum ada kabar kesembuhan dari aktris yang memulai karir sejak tahun 1955 itu. Ia juga mengalami kesulitan ekonomi di masa tua.

5. Laila Sari



Wajah artis senior Laila Sari terkadang masih muncul di layar kaca. Meskipun demikian, ternyata ia tidak hidup bergelimang harta.

Wanita kelahiran Padang Panjang 4 November 1935 itu kehilangan banyak harta setelah suami dan ibunya  sakit. Sebenarnya, Laila pernah menjadi artis yang memiliki banyak harta, tetapi akhirnya ludes untuk biaya berobat suami dan ibunya.

Baca Juga : Jangan Salah Menilai Orang! Kisah Sriyono, Penjual Siomay Keliling yang Pernah Kaya Raya

Suaminya menderita stroke selama hampir enam tahun. Di saat yang bersamaan, ibunya justru jatuh sakit sehingga memaksa Laila untuk ke luar dari dunia hiburan. Namun akhirnya, ibu dan suaminya meninggal hanya berselang satu minggu.

Saat itu, mobil, perhiasan dan rumahnya yang berada di Cengkareng sudah terjual. Ia sampai membuka warung nasi kecil di rumahnya untuk menyambung hidup. Laila juga sering menggadaikan barang setelah jatuh miskin. Hingga pada tahun 2000, tawaran untuk terjun ke dunia hiburan diterima lagi. Meskipun demikian, ia masih hidup dalam kesederhanaan karena menjadi tulang punggung untuk keluarga.

Miris, kita tidak pernah tahu kapan kita berada diatas atau dibawah. Yang terpenting adalah rasa syukur kita. Semua yang diberikan Allah kepada kita InsyaAllah ada hikmah dibalik itu.
loading...
Top