Korban Ledakan Rokok Elektrik Semakin Banyak, Ada di Wajah Bahkan Sampai Hilang Giginya



Dikutip dari DaylyNews, Seorang lelaki patah tulang leher karena vape yang digunakan olehnya meletup di mulut.  Cordero Caples, 29, terpaksa menjalani pembedahan tulang belakang akibat kejadian tersebut. Selain patah tulang leher, Caples juga kehilangan gigi dan luka dibibir serta beberapa keretakan tulang di wajah. Meskipun kejadian ini sudah lama, namun masih ada saja pengguna rokok elektrik ini.

Memang elektronik ataupun tidak, rokok menimbulkan efek yang buruk bagi kesehatan, utamanya terhadap organ pernafasan. Tak hanya untuk si perokok. Namun orang -orang disekitarnya pun juga mendapatkan efek negatif ini.

Seperti efek negatif yang langsung dari rokok elektrik. Diperkirakan korban akibat meledaknya rokok elektrik semakin bertambah. Hal ini menurut analisis terbaru dari sebuah rumah sakit di Seattle, Amerika Serikat. Di banyak negara, rokok jenis ini memang makin populer, terutama di kalangan orang muda.

Dikutip dari kompas, data rumah sakit tersebut menunjukkan, dalam kurun waktu Oktober 2015 sampai Juni 2016, petugas kesehatan di University of Washington Medical Center  telah menangani 15 pasien yang cedera karena ledakan rokok elektronik. Dari 15 pasien di Seattle tersebut, sebanyak 12 orang mengalami luka bakar.

"Kami menduga peningkatan cedera karena ledakan rokok elektronik seiring dengan meningkatnya pengguna rokok itu," ujar pimpinan penelitian, Dr Elisa Brownson yang juga seorang ahli bedah dalam perawatan luka bakar.

Sebagai perbandingan, dalam laporan terbaru New England Journal of Medicine, dalam waktu 2009-2014 hanyak terdapat 25 laporan korban ledakan rokok elektronik.

Dalam kasus luka bakar yang cukup parah, pasien butuh prosedur pencangkokkan kulit. Prosedur tersebut menggunakan kulit pasien yang masih sehat kemudian digunakan untuk menggantikan kulit di area yang terbakar.

Baca Juga : Karyawati Cantik Ini Tewas Bunuh Diri, Gara-Gara Dipaksa Lembur oleh Perusahaan

Kebanyakan pasien mengalami luka di paha dan selangkangan, cedera di tangan, dan sebagian lagi di daerah wajah. Bahkan, beberapa pasien juga kehilangan giginya ketika ledakan terjadi saat menghisap rokok elektronik.

Para ahli mengungkapkan, luka bakar tersebut berasal dari bahan kimia alkali yang ditemukan dalam baterai rokok elektrik atau baterai lithium-ion.

Badan Pengawas Obat dan Makanan di Amerika Serikat pun menyatakan akan segera membuat regulasi rokok elektronik. Namun, belum diketahui apakah juga akan diatur mengenai baterai yang digunakan.

Dari sisi kesehatan, sejumlah penelitian pun menemukan bahwa rokok elektronik tak lebih baik dari rokok konvensional. Keduanya sama-sama meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis.
loading...
Top