Ketika Melepasmu Menjadi Jalan Terbaik Untuk Masa Depan Kita

Tak selamanya kebaikanku dan kebaikanmu akan selalu ternaungi jika kita terus bersama. Melepaskanmu memang berat, tapi.... itu seakan membawa kebahagianmu lebih dari yang kamu bayangkan.



Aku selalu saja senang menanti senja, guratan langit yang begitu indahnya menunjukkan bahwa Tuhanku luar biasa hebatnya. Hari ini seperti biasa aku duduk menatap langit, menunggu lukisan itu kembali hadir memanjakan mata, membiaskan ketenangan di dalam hati. Namun kali ini senjaku terasa berbeda, terasa berselimut sendu tak berpenghujung. Seketika aku sadar dan aku tau itu semua karenamu.

Aku percaya semua orang itu tercipta dengan baik, tak peduli masa lalunya seperti apa. Selagi Tuhan memberikannya hidup, dia masih selalu diberikan kesempatan untuk dapat merubah nasibnya. Aku pun tau, kesalahan masa lalu akan berbuntut penyesalan yang panjang. Yang mungkin akan terbawa sampai mati dan selalu berandai-andai jika saja waktu dapat diputar kembali. Aku selalu berusaha memaklumi dan memaafkan kesalahan yang mengatas namakan dirinya sebagai masa lalu.
Dan nampaknya untuk kali ini aku mengingkari keyakinanku sendiri. Saat aku menemukan sosokmu di masa lalu, hatiku seperti di tusuk ribuan anak panah. Sesak yang aku rasa mampu membuatku terus terjaga. Rasa kecewa pun tak bisa aku cegah, karena merasa kau merusak percayaku untuk bisa menerima semua bagian di masa lalumu. Aku selalu mencoba berdamai dengan semuanya, aku meracuni otak dan hatiku dengan ribuan kalimat indah untuk meyakinkan diriku untuk menerima semua masa lalumu. Namun entah mengapa kali ini aku merasa Tuhan tak sependapat denganku. Bahkan ketika aku mencoba berbincang denganNya, bukan keyakinan yang aku dapat justru semakin banyak kegelisahan yang tak kunjung reda. Ribuan kali aku memohon untuk bisa menerima masa lalumu, namun jutaan kali Tuhan katakan bahwa aku harus melepasmu.

Untukmu sosok yang dahulu menemaniku menanti senja dan menyambut pagi. Kamu yang membuatku yakin untuk menantang dunia, mendobrak segala takut untuk hal yang layak aku perjuangkan. Kamu yang membuatku menikmati sebuah penantian menjadi hal yang sangat berharga. Dan sosok yang membuat aku percaya bahwa tuhan tak pernah ingkar atas janjinya.

Maafkan aku, sudah membuat keputusan yang mungkin tak ingin kau dengar. Maafkan wanitamu ini, yang sudah meruntuhkan mimpi yang sebentar lagi akan menjadi nyata. Kamu bisa tanyakan kepada Tuhan, betapa bersyukurnya aku bisa di pertemukan oleh sosok pria sepertimu. Aku selalu mengatakan kepadaNya kamu adalah salah satu anugerah Tuhan yang terindah yang pernah ada dalam hidupku. Maafkan aku, yang telah menjadi pengecut karena tak bisa menerima sosokmu di masa lalu. Merasa menjadi manusia paling hina, karena mengingkari keyakinanku akan sebuah pengampunan bagian waktu yang bernama masa lalu. Aku lebih memilih melepasmu, daripada mempertaruhkan masa depanku denganmu.

Tak sadar air mata itu menetes, aku pun menghela nafas panjang. Bersyukur dan sedih menjadi satu. Kini kau menemukan sesosok wanita lain, yang ibumu pilihkan untuk mendampingi sisa hidupmu. Tak peduli ada atau tidak dia hatimu, dia layak untuk kau bahagiakan. Tak peduli dia tau atau tidak tentang sosok mu di masa lalu, dia adalah kiriman Tuhan yang layak kau perjuangkan. Ini adalah pilihan yang aku ambil, penyesalan merasuk, cemburu pun menerkam tanpa ampun. Namun aku sadar, ini adalah resiko yang harus aku telan untuk segala keputusanku.
Aku tau kau masih merangkai mimpi bisa bersamaku membangun cita-cita yang sudah kita rancang. Aku juga tau kau masih saja membujuk Tuhanmu untuk bisa merubah semua keputusan gila yang telah aku buat. Dan mulai hari ini aku ingin kau merubah doamu. Aku mohon mintalah kebahagiaan untuk kita. Meskipun nanti bukan wajah dan senyumku yang menghiasi tiap pagimu, setidaknya aku selalu ada dalam doamu. Doa agar aku dan kamu bisa sama-sama bahagia dengan jalan yang sudah Tuhan buat. Kau dan aku di pertemukan mungkin bukan untuk bersama hingga waktu di bumi habis, namun memberikan pelajaran bagi hidup kita masing-masing.
Top