Keren! Lihat Apa yang Dilakukan Bocah ini Saat Dia Terjebak Lift


Ilustrasi

Bayangkan anda sedang berada didalam lift, tiba-tiba lift itu tak bergerak lampu dalam lift mati. Bagaimana persaan anda? Apa yang mungkin akan anda lakukan?

Terjebak dalam lift merupakan mimpi buruk bagi semua orang. Namun rupanya hal ini tidak berlaku bagi Sun Yixiao. Bocah 13 tahun asal China ini malah menghabiskan waktu lima jam terjebak dalam lift untuk mengerjakan PR dan menghapal.

Dilansir dari situs berita Rocket News 24 melalui merdeka, Jumat (21/10), Sun sempat melakukan beberapa upaya untuk mendapatkan pertolongan. Awalnya dia sedikit panik dan berusaha berpikir cepat. Dia kemudian menekan tombol lantai tujuannya untuk mencegah kotak besi itu meluncur jatuh.

Baca Juga : Salut! Ridwan Kamil Telah Berhentikan 9 Kepala Sekolah Negeri yang Lakukan Pungli

Dia juga mencoba untuk menghubungi seseorang melalui interkom, namun tidak mendapat balasan. Tak tahu cara membuka pintu lift, akhirnya dia mengeluarkan secarik kertas dan menulis pesan yang berisi, 'Seseorang terjebak dalam lift. Tolong hubungi penanggung jawab gedung.'

Sun menyelipkan kertas itu di antara kisi-kisi pintu lift dan memastikan kertas itu meluncur ke luar sehingga bisa dengan mudah dilihat orang lewat. Tak tahu lagi apa yang harus dilakukannya, Sun mengeluarkan buku pelajaran dalam tas.

Sun menjadikan tasnya sebagai alas duduk, dan menaruh buku di pangkuannya. Dia mulai mengerjakan PR matematika, diikuti sains, dan bahasa China. Dia telah menyelesaikan semua PR tetapi masih belum ada tanda-tanda akan diselamatkan, jadi dia memutuskan untuk menghapal huruf kanji China sambil menunggu.

Lima jam kemudian, tim pemadam kebakaran berhasil menjebol pintu lift dan menyelamatkan Sun dari 'penjara akademik' tanpa melihat mimik ketakutan dari wajah bocah pemberani itu. Saat berita ini sampai ke pihak sekolah, Sun diberi panggilan 'pelajar berkepala dingin' oleh teman sekelasnya.

Berita lokal yang merilis kabar ini langsung dibanjiri komentar oleh beberapa pengguna media sosial.

"Kalau aku jadi dia, aku pasti sudah menangis histeris," kata salah satu pembaca.

Pembaca yang lain ikut mengomentari dengan nada sama.

"Aku tidak akan pernah bisa berkonsentrasi pada situasi seperti itu."

Salut ya! Tak banyak orang yang dapat menenangkan dirinya saat keadaan darurat. Namun tak begitu dengan bocah ini.
Top