Kasihan, Perut Bayi ini Membesar karena Derita "Hirschsprung Disease", Fesesnya Harus Disedot 2x Sehari


Bayi pasangan Endang Sukmana 39 tahun dan Siti Khodijah 34 tahun menderita sakit Hisprung atau Hirschsprung Disease sejak lahir. Muhammad Rizki Syahputra (3 bulan) yang harus menahan sakit yang begitu mengharukan.

Hirschsprung disease adalah suatu kondisi langka yang menyebabkan feses menjadi terjebak di dalam usus besar. Hal ini terjadi karena ketiadaan sel-sel saraf di otot-otot sebagian atau seluruh usus besar bayi akibat proses pertumbuhan janin yang tidak sempurna dalam kandungan.

Dilansir dari Kompas, Endang menjelaskan penyebab perut anaknya yang membesar, "Karena kotorannya enggak keluar dengan lancar, perut Rizki membesar".

BACA JUGA : 6 Hal Ini Akan Menyadarkanmu Betapa Berbahayanya Melakukan Sulam Bibir

Endang mengungkapkan, ASI yang diminum anaknya hanya tersendat di perut. Sedangkan badan bayi tersebut tetap kurus. "Saat lahir beratnya 3 kg, sekarang usia 3 bulan, beratnya hanya 3,3 kg," jelasnya.

Gejala aneh terlihat saat Rizki memasuki usia tiga hari. Perutnya yang membesar dan tidak keluarnya feses membuat Endang dan Siti membawanya ke RSUD Cianjur. Karena keterbatasan peralatan, Rizki dirujuk ke RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Dengan bantuan dana sumbangan, mereka akhirnya membawa Rizki ke RSHS.

"Di RSHS baru ketahuan sakitnya apa dan harus dioperasi. Saya ke RSHS menggunakan BPJS mandiri kelas III, jadi enggak bayar di rumah sakit, cuma bayar iuran saja. Uang pinjaman itu dipergunakan untuk biaya menunggu pasien," tambahnya.

Di RSHS, Endang dan Siti belajar kilat tentang menyedot feses agar perut bayinya tidak membesar. Saat ini, bayi tersebut disedot dua kali sehari, pukul 08.00 dan 16.00 WIB. " Di RSHS masuk Jumat pulang Selasa," tuturnya.

Sampai sekarang Endang belum mengetahui kapan anaknya bisa dioperasi. Karena terakhir dirawat pun belum ada pemberitahuan dari dokter tentang jadwal operasi.

Endang, istri, dan ketiga anaknya tinggal di rumah bilik berukuran 4x2 meter di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

"Sejak anak saya yang bungsu ketahuan sakit, keluarga saya pindah dulu nebeng ke orang tua," ucapnya.
Top