Kalau Islam Nggak Ada Namanya Pacaran, Adanya Ta'arufan


Pacaran diartikan sebagai hubungan yang di jalani ketika seorang pria dan seorang wanita saling menyukai satu sama lain dan ingin menjajaki kemungkinan untuk melangkah ke hubungan yang lebih serius lagi,atau sebagai status yang melegalkan mereka untuk merasa bebas saat terlihat berdua dan saling mengungkapkan ekspresi sayang.Dari pernyataan tersebut bisa kita ambil kesimpulan bahwa dengan Pacaran kita bisa lebih mudah mengikuti alur hawa nafsu ke arah negatif.

Bayangkan saja kalau rasa cinta kita yang fitrah ini di umbar bebas tanpa batas ke pasangan kita yang belum halal apa yang terjadi?Anda bisa saksikan kehancuran moral sebagian kaum muslimin yang sudah terlanjur mengikuti arusnya,mereka sudah terhanyut dalam bisikan-bisikan setan yang mengajak kesenangan sesaat namun menjadi penyiksaan kita di akhirat selamanya.
Cinta itu terlahir alami,merupakan fitrah manusia sejak lahir.Maka dari itu kita wajib mengekspresikan cinta menurut hakikat dan syariat islam dengan benar.

Sedangkan Taaruf adalah kegiatan bersilaturahmi,kalau pada masa kini kita bilang berkenalan bertatap muka,atau main dan bertamu ke rumah seseorang dengan tujuan berkenalan.Berkenalan di sini dapat diartikan untuk mencari jodoh.Taaruf bisa juga dilakukan jika kedua belah pihak keluarga setuju dan tinggal menunggu keputusan anak untuk bersedia atau tidak untuk melanjutkan ke jenjang khitbah.Taaruf di maksudkan untuk mempertemukan yang hendak di jodohkan dengan maksud agar saling mengenal.

BACA JUGA : Sering Tidur Setelah Sholat Subuh? Ternyata Beginilah Hukumnya

Sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan,Taaruf sangat berbeda dengan Pacaran.Taaruf secara syar'i memang di perintahkan oleh Rasullullah SAW bagi pasangan yang ingin menikah.

Di sini terlihat jelas perbedaan yang mendasar antara Pacaran denganTaaruf.Jika Pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat,zina dan maksiat.Taaruf lebih jelas tujuannya yakni untuk mengetahui kriteria calon pasangan.Taaruf juga mempunyai proses.Dalam proses inilah kita bisa lebih memahami kriteria calon pasangan kita nantinya.

Tahap awal dari upaya proses Taaruf dengan calon pasangan,pihak pria dan wanita dipersilakan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan.Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya.Tidak boleh dilakukan cuma berdua saja.Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya.Jadi,Taaruf bukanlah bermesraan berdua,tapi lebih mengangkat pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.Intinya ,Taaruf adalah proses saling mengenal antara pria dan wanita pra nikah yang dilandasi ketentuan syar'i.

Tidak seperti Pacaran yang hanya mementingkan tujuan ego/nafsu antara pasangan,Taaruf memiliki tujuan yang lebih di Ridhoi Allah.Taarufmerupakan media syar'i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan.Sisi pengenalan juga tak hanya terkait dengan data global,melainkan dengan hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting.Misalnya saja masalah kecantikan calon istri,dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang saksama,bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau melihat fotonya.Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung,bukan melalui media foto,lukisan ataupun video.Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukanlah aurat.

Sahabat,banyak yang dari kita masih berpikiran bahwa Taaruf sama saja membeli kucing dalam karung,padahal kenyataanya tidak demikian.Kita bisa lebih melihat secara hakiki calon pasangan hidup kita.Yang terpenting dari makna Taaruf adalah bisa menguatkan diri kepada Allah,bukan hanya memfasilitasi nafsu dunia yang tak kunjung usai.

Memilih pasangan hidup seharusnya di dasari atas keimanan yang ia miliki dan keimanannya mampu menguatkan keimanan kita juga.Masalah kita mendapati pasangan yang ganteng atau cantik anggaplah semua bonus dari Allah untuk kita.Asalkan ia Sholeh dan Sholeha semua akan menjadi indah nantinya.

Semua kita kembalikan kepada pribadi masing-masing.Ingin terus melakukanPacaran tapi tak kunjung menentukan tanggal pernikahan,malah menjebak kita kepada kemaksiatan belaka.Atau dengan proses Taaruf yang sangat di Ridhoi Allah dan di anjurkan Rasullullah,yang prosesnya pun tak memakan waktu yang lama untuk melakukan khitbah.Pilihlah yang lebih baik menurut Ridho-Nya dan ketentuan-Nya.Insya Allah kita mendapatkan pasangan hidup yang sesuai dengan kriteria yang kita inginkan.

sumber : jurnalmuslim
Top