Hanya Karena Alasan Kesepian, Buru-Buru Menikah dan Asal Sikat. Please ini Bukan Permainan



Dikisaran usia 25-26an, biasanya memang kebanyakan orang akan merasa kesepian. Bukan karena tak ada orang disekitarnya. Namun, jumlah teman akan berkurang secara drastis karena memang disibukkan oleh rutinitas pekerjaan yang melelahkan. Sehingga waktu luang yang dulu kalian punya, saat itu sudah sangat berkurang. Begitupun juga dengan teman-teman kalian.

Uniknya, orang selalu mengaitkan rasa kesepian itu dengan kebutuhan kamu untuk mencari pasangan. Supaya kamu tidak kesepian lagi, kamu harus mulai mencari pasangan (begitu katanya). Seseorang yang akan menemanimu dalam suka maupun duka, dan menjadi tempatmu bercerita tentang segala gundah gulana. Sementara itu, mencari pasangan yang klik di hati juga tak semudah membalikkan telapak tangan.

Baca Juga : Ini 6 Keuntungan Akan Kamu Rasakan Jika Menikah dengan Orang Jawa

Meski memang kehadiran seseorang bisa mengobati rasa sepi, namun merasa kesepian tidak selalu berarti sudah saatnya kamu mencari pasangan.

1. Kesepian sering diidentikan dengan kesendirian. Padahal kesepian itu datangnya dari hati.



Ke mall sendirian, makan siang sendirian, ke bioskop sendirian, datang kondangan sendirian. Muncul di mana-mana tanpa seseorang yang menemani bisa membuat orang lain membuat kesimpulan mudah: kasihan, dia pasti kesepian. Kesepian diidentikkan dengan kesendirian, padahal belum tentu orang yang dimaksud benar-benar merasakan kesepian. Bisa jadi dia memang lebih menyukai kesendirian. Selain itu, rasa sepi munculnya dari dalam hati. Meskipun sendiri, belum tentu kamu merasa sepi. Sebaliknya, meskipun kamu terlihat bersama-sama teman atau berdua dengan pasangan, belum tentu juga kamu tidak merasa sepi.
Rasa kesepian itu bisa muncul ketika kamu tidak lagi merasakan koneksi antara hati dengan lingkunganmu saat ini.

2. Rasa kesepian itu datang karena kamu melakukan hal-hal yang tak kamu sukai. Mungkin sudah saatnya kamu mencari tahu apa mimpimu?



Sepi itu muncul karena kamu merasa terasing dengan segala hal yang ada di sekitarmu. Seperti kamu tak ada disitu, padahal kamu sendiri yang tidak bisa terhubung dengan lingkunganmu. Pekerjaan yang tidak kamu suka, dan hal-hal yang bertentangan dengan keinginanmu bisa membuatmu merasakan keterasingan ini. Bila ini yang jadi sebabnya, mungkin sudah saatnya kamu bertanya pada dirimu sendiri: apa yang kamu cari dan apa yang kamu inginkan? Bila kamu ingin mengejar passion, maka kejarlah. Mengenali dirimu sendiri akan membuatmu lebih bisa membahagiakan dirimu sendiri.

3. Kesepian juga bisa datang karena kamu terlalu bosan dengan segala hal keseharian. Mungkin kamu butuh liburan?



Rutinitas keseharian juga bisa menjebakmu dalam kebosanan. Meskipun kamu sudah menekuni hal-hal menyenangkan yang kamu idam-idamkan, bila sudah masuk di dunia kerja, rasa jenuh dan bosan itu pasti akan ada saja. Barangkali rasa sepi yang kamu alami itu terjadi karena tubuhmu tidak mampu lagi menangani segala tekanan yang kamu alami.

Kalau sudah begini, pamit sebentar dari rutinitas untuk liburan seminggu atau dua minggu mungkin akan membantu. Cobalah berkelana ke tempat baru, merasakan hal-hal yang baru, dan siapa tahu, kamu akan menemukan seseorang di sini. Rasa jenuh memang tak selalu mempan diobati dengan liburan, tapi tak ada salahnya mencoba kan?

4. Apakah kamu pikir sebuah hubungan akan menghilangkan rasa kesepianmu? Padahal hubungan yang tidak sehat, akan membuat kamu lebih kesepian



Untuk sebagian orang, kesepian bisa diobati dengan mencari pasangan. Setidaknya, ada yang memberi dan diberi perhatian. Namun cara yang sama belum tentu bisa berlaku untuk orang yang lain. Sedangkan sebuah hubungan tidak menawarkan jaminan bahwa kamu akan terbebas dari rasa sepi.
Bagaimana jika pasanganmu kelak lebih memperhatikan teman-temannya dibandingkan kamu, dan kamu tidak menyukai ini? 
Bagaimana jika pasanganmu melakukan hal-hal buruk dan menyebalkan, dan kamu tidak menyukai ini? 
Bagaimana jika, meskipun kamu dan dia sedang duduk bersama, namun kamu merasa hatinya tidak bersamamu? 
Sebuah hubungan yang sehat dan baik mungkin akan menyelamatkan. Namun hubungan yang tidak sehat dan dipaksakan, bisa jadi justru menghancurkan.

5. Mendapatkan pasangan bukanlah penawar semuanya. Masalah tetap datang. Memilih orang yang salah malah membuat kamu selalu gundah dan ragu



Apa sih yang kamu harapkan dengan hubunganmu? Tentunya kamu berharap akan mendapatkan kebahagiaan bukan? Mendapatkan seseorang yang bisa menerimamu apa adanya, dan selalu bisa diajak berbagi segala macam beban diri.

Namun kamu tentu tahu bahwa terlalu naif mengharapkan hubungan yang adem ayem selamanya. Setiap hubungan pasti ada masalah, dan barangkali, masalah ini akan jauh lebih rumit daripada masalah yang kamu hadapi ketika masih sendiri.

Badai yang datang menerpa, membutuhkan perjuangan untuk menghadapinya. Bila kamu kuat, hubunganmu dengannya bertambah kuat. Bila kamu tidak sanggup, apa yang kamu harapkan menjadi penawar sepi justru akan pergi meninggalkan sakit hati. Namun itulah risiko. Sedang segala risiko memang harus dihadapi.

6. Please deh. Kalau masih sepi coba main ukulele. Hehehe... Yah, paling nggak, sibukkan diri dengan nge-blog jauh lebih bermartabat. Kesepian seharusnya tak membuatmu asal sikat



Untuk kamu yang tidak bisa mengatasi kesepian dengan mencari pasangan, kamu bisa mencari solusi lain yang tak kalah masuk akal. Bila kamu sudah mengenali kenapa kamu merasa kesepian, mungkin sekarang saatnya kamu mencari kegiatan yang menyenangkan untuk dirimu. Kamu bisa mencari teman-teman baru, membuat relasi baru, sehingga temanmu tak hanya itu-itu saja. Kamu juga melibatkan diri dalam segala bentuk kegiatan positif. Bila weekday-mu sudah padat dengan pekerjaan, kamu bisa memakai weekend untuk bersenang-senang. Menjadi volunteer, mengikuti komunitas hobi, membuat social-project dengan teman, hal-hal semacam itu bisa kamu coba untuk mengobati kesepianmu.

Baca Juga : Cowok yang Serius Tidak akan Cari-Cari Alasan, Karena Dia Segera Menikahimu dengan Jalan yang Halal

Baik mengobati sepi ataupun mencari pasangan, tidak sesederhana apa yang dikatakan orang. Hanya kamu sendiri yang tahu apa yang kamu butuhkan, hanya kamu sendiri yang tahu kapan kamu merasa harus mencari pasangan. Banyak cara untuk mengobati kesepian. Namun kamu juga bisa melakukan dua sekaligus, yaitu mengikuti banyak kegiatan positif sekaligus juga membuka hati. Siapa tahu, dalam proses itu, selain mengobati sepi, kamu juga menemukan tambatan hati seperti yang diharap-harapkan

loading...
Top