Fakta! Banyak Pasukan ISIS yang Kabur dari Medan Perang Berpakaian Wanita



Mendengar militan ISIS, pasti banyak orang yang geram. Bagaimana tidak, kekejaman mereka tak ada henti-hentinya. Meskipun demikian, ternyata tak semua militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) adalah orang-orang pemberani yang siap menghadapi perang kapanpun dan di manapun. Ada kalanya mereka memilih untuk menjadi pengecut dan menghindari perang dengan cara melarikan diri.

Bagi anggota ISIS, melarikan diri dari medan perang sebenarnya sangat membahayakan jiwa mereka. Sebab, jika tertangkap, oleh pihak mana pun, biasanya mereka yang mencoba kabur akan dieksekusi.

Namun meskipun harus menghadapi risiko kehilangan nyawa, mereka memilih kabur demi kepentingan pribadi. Bukan sekali dua kali sejumlah anggota ISIS mencoba melarikan diri dari medan perang. Upaya menyamar menjadi perempuan juga beberapa kali dilakukan, tetapi selalu berakhir dengan kegagalan.

Baca Juga : Foto Penjara ISIS, Tempat Anggota Menyiksa dan Setubuhi Para Budak S*ksnya

Dikutip dari merdeka, berikut ini adalah beberapa anggota ISIS yang mencoba kabur dari medan pertempuran dengan cara menyamar jadi perempuan:

1.Dua prajurit ISIS desersi, tertangkap menyamar jadi perempuan



Dua militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) ditangkap militer Kurdi saat mencoba kabur dari medan pertempuran di utara Irak. Mereka menyamar dengan baju wanita.

Dua pemuda ini tertangkap basah oleh Tentara Peshmerga di wilayah Otonomi Kurdi. Intel Peshmerga melihat kedua militan itu jalanan tergesa-gesa mencukur cambang, kemudian mengenakan kerudung serta baju gamis yang biasa dikenakan wanita Irak.

Keduanya keluar dari Kota Ramadi, basis ISIS yang beberapa bulan ini digempur oleh militer Irak maupun Peshmerga. Saat ditangkap, kedua militan itu segera dihajar oleh massa. Pada salah satu gambar dari jejaring sosial pasukan Irak, terlihat salah satu pemuda bonyok, ketika keduanya diarak pasukan. Pria yang dihajar habis-habisan memakai kerudung merah muda bermotif garis hitam, seperti dilaporkan koran the Daily Mail, Selasa (16/2).

Baca Juga : Biadab! Anak-Anak Dipaksa Jadi Tentara Isis dan Ditugaskan untuk Bunuh Orangtuanya

Ketika diinterogasi, keduanya mengaku sudah lama ingin kabur dari ISIS. Niat awalnya, mereka hendak melebur ke kerumunan warga di wilayah otonomi Kurdi. Tujuan akhirnya adalah mencari pangkalan udara Rusia.

Dua militan ini mengaku pernah mendengar rencana Rusia memindahkan warga sipil Irak yang terancam ISIS ke wilayah lebih aman, seperti pernah disampaikan Wakil Perdana Menteri Dmitry Rogozin.

Tak lama setelah dua militan ISIS yang desersi itu dicokok, Kota Ramadi berhasil direbut kembali oleh pasukan Irak. Tindakan dua militan ini sangat berisiko, karena anggota ISIS seringkali dieksekusi mati bila tertangkap musuh. Saat ketahuan markas bila mereka kabur dari khilafah, hukuman mati juga telah mengancam. Belum diketahui bagaimana nasib keduanya sekarang di tangan pasukan Peshmerga.

2.Militer Mesir tangkap anggota ISIS menyamar jadi wanita pakai burka



Seorang anggota militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditangkap militer Mesir di Kota Al-Arish, Provinsi Sinai, dalam keadaan menyamar sebagai wanita.

Koran the Daily Mail melaporkan, Kamis (7/4), dia ditangkap dalam keadaan memakai pakaian burka hitam. Dia diduga berusaha kabur setelah membelot dari ISIS cabang Sinai.

Di akun media sosial Twitter milik kelompok Pengawas Ancaman Jihad pada Kamis pagi terlihat anggota ISIS itu sedang tersenyum di antara militer Mesir.

Di foto itu disertai keterangan: "Tentara Mesir berpose dengan terduga anggota ISIS yang berpakaian perempuan, dia ditangkap di Al-Arish, Sinai."

Baca Juga : Korban Ledakan Rokok Elektrik Semakin Banyak, Ada di Wajah Bahkan Sampai Hilang Giginya

Sejak Presiden Muhammad Mursi dikudeta pada 2013 kelompok militan cabang ISIS terus merongrong kawasan Semenanjung Sinai. Mereka sejauh ini sudah membunuh ratusan tentara dan polisi Mesir.

3.Anggota ISIS cukur jenggot nyamar jadi wanita buat kabur dari Suriah



Para militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dilaporkan mencukur habis jenggot mereka dan memakai pakaian wanita untuk menyamar supaya bisa kabur keluar Suriah. Mereka rupanya takut dengan serangan Rusia yang didukung pasukan rezim Basyar al-Assad.

Sejumlah foto yang diambil di dekat Kota Aleppo pekan lalu memperlihatkan tumpukan jenggot yang baru saja dicukur berserakan di samping bungkusan berisi pisau cukur, seperti dilansir koran the Daily Mail, Selasa (20/10/2015).

Baca Juga : 'Sangar' Sel ISIS Beranggotakan hanya 10 Perempuan Tapi Siap Bertempur

Foto itu diunggah ke media sosial Twitter oleh jurnalis Sunday Times Hala Jaber. Dalam keterangan fotonya Jaber menulis: "Foto ini memperlihatkan jenggot pra pemberontak yang kabur dari Suriah".

Foto itu kemudian menyebar luas dan para pengguna media sosial mengolok-olok para militan ISIS yang mereka nilai munafik karena kabur dari medan perang.

Mereka berusaha melewati perbatasan Turki tanpa dikenali dengan cara menyamar jadi kaum hawa. Tak lupa mereka juga mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan wajah kecuali mata untuk meyakinkan penampilan sebagai perempuan.

4.Militan ISIS nyamar pakai baju wanita kabur dari Mosul



Dua pejuang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) tertangkap saat melarikan diri dari Mosul dengan pakaian wanita.

Setelah pertempuran yang berkecamuk selama empat hari di Irak pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi memerintahkan kaum perempuan untuk pergi meninggalkan kota. Namun rupanya mandat tersebut dimanfaatkan oleh dua pria pengecut yang ingin melarikan diri dari medan pertempuran.

Dilaporkan dari situs berita Daily Mail, Jumat (21/10), kedua pria ini ditangkap oleh pasukan Kurdi Peshmerga di dekat Mosul.

Menurut salah seorang tentara angkatan darat Amerika Serikat yang memimpin pasukan koalisi melawan ISIS, Mayor Jenderal Volesky, komandan ISIS memerintahkan untuk mengosongkan kota tersebut menyusul rencana serangan yang dilakukan kemarin.

Baca Juga : Pemimpin Tertinggi ISIS Mati Diracun. Siapa Dalang di Balik Semua ini?

"Di antara 6000 pejuang ISIS yang sebagian besar orang asing, kemungkinan akan membentuk kelompok pasukan sendiri," kata Volesky.

Menurut sebuah laporan, ISIS juga mengevakuasi istri para pentolan mereka.

"Dengan adanya perintah untuk mengevakuasi wanita dari Mosul ke kota-kota Suriah termasuk Raqqa selama dua terakhir menunjukkan bahwa wanita-wanita ini adalah istri dari para pemimpin ISIS," kata media lokal Irak, Al Sumaria.

"Para wanita itu diperintah al-Baghdadi untuk dievakuasi agar tidak ditangkap oleh pasukan keamanan atau orang-orang yang memberontak di Mosul setelah membebaskan kota itu," tambahnya.
Top