Demo Berlangsung Tertib, Namun Sampah Berserakan dan Taman Rusak Diinjak Demonstran



Unjuk rasa ribuan massa yang mendemo Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, berlangsung dengan tertib. Sudah biasa bila ada aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang besar berakhir dengan menumpuknya sampah di sekitar lokasi aksi.

Massa awalnya berjalan dari Masjid Istiqlal menuju Kantor Bareskrim Polri di Gambir, Jakarta Pusat dan berakhir di Kantor Balaikota, Jalan Merdeka Selatan. Aksi yang dipimpin Ketua Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab berakhir sekitar pukul 17.00 WIB.

Dikutip dari tribunnews, ditinggalkan demonstran, sampah berserakan di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan. Pemerintah provinsi DKI Jakarta mengerahkan 54 personil dari unit Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Gambir serta Suku Dinas Kebersihan Jakarta Pusat yang memakai seragam oranye.

Baca Juga : "Gara-gara Ahok Kita Jadi Ingat Al Quran" Cuitan Iwan Fals

Walaupun menjadi pekerjaan sehari-harinya, Muhammad Bima (29) warga Cengkareng Jakarta Barat, anggota PPSU Kelurahan Gambir ini harus mengeluarkan tenaga ekstra.

"Ya mau bagaimana lagi, kalau demo pasti banyak sampah. Tapi kita sudah diberi tahu tiga hari sebelum acara," ungkap Muhammad Bima.

Pria yang memiliki pekerjaan sambilan sebagai pedagang ini mengeluhkan tidak adanya uang tambahan untuk membersihkan tumpukan sampah usai aksi massa.

"Ya tidak dapat tambahan, hanya gaji pokok per bulan saja. Padahal biaya bensin perlu untuk perjalanan dari lokasi seharusnya kita bekerja," keluhnya.

Ia menjelaskan setiap hari petugas kebersihan seperti dirinya diberitahukan lokasi mana yang harus dibersihkannya.

"Tadi saya ditempatkan di jalur Jalan Majapahit, Petojo, Gambir, Jakarta Pusat. Capek juga kalau disuruh bersihkan sampah bekas massa demo seperti ini," ungkap Muhammad Bima.



Selain sampah yang berserakan taman-taman di sekitar kawasan Balaikota yang tadinya rapi dan hijau mendadak rusak terinjak-injak para demonstran. Tampak tanaman hias yang ada di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan terlihat porak poranda akibat diinjak dan diduduki para pendemo.

Bunga dan tanaman hias yang sejatinya berdiri tegak saat ini terlihat layu akibat diduduki massa pendemo.

"Tadi buat duduk-duduk orang demo, ada beberapa titik yang rusak. Dari putaran sampai jalan setapak," ujar pengurus taman Jalan Medan Merdeka Selatan, Sukria, saat berbincang dengan wartawan.

Sukria mengatakan sebelum pendemo tiba, sebenarnya sudah ada antisipasi. Namun karena pendemo yang terlalu banyak, petugas kebersihan tak kuasa melindungi tanaman hias tersebut.

"Sebelum demo sebenarnya ada antisipasi, sudah ada. Tapi karena demo kan banyak massa, jadi setelah selesai ya begini keadaannya (rusak)," kata Sukria.



Dia mengaku kecewa dengan perlakuan para pendemo yang merusak tanaman hias.
"Tiap demo perlakuannya seperti ini di lapangan, padahal kemarin baru selesai kita sulam, taunya ada demo lagi, jadi rusak lagi," ucapnya kecewa.


loading...
Top