Dari Semua Negara di Dunia, Orang Indonesia Paling "Menderita" soal Baterai Ponsel

Asyik chattingan atau buka media sosial, atau pas lagi pegang hp sedang asyik-asyiknya selfie. Eh, tiba-tiba baterai hp drop, alias low bat. Siapa juga yang tidak kesal saat baterai ponselnya sudah melemah atau low bat.



Bahkan beberapa orang akan merasa panik. Biasanya, mereka akan segera mencari tempat atau lokasi yang menyediakan stop kontak, lalu segera memasang charger dan menghubungkannya ke ponsel.

Lucunya hal seperti ini dikenal sebagai stress gara-gara "low bat".

Riset yang dilakukan perusahaan China, Baidu, mencoba membandingkan seberapa banyak orang yang terkena pengaruh stress tersebut. Mereka pun melakukan riset pada orang-orang di Australia, Selandia Baru, Kepulauan Pasifik serta Indonesia.

Hasilnya, dilansir dari Kompastekno melalui Tech in Asia, Minggu (23/10/2016), terlihat bahwa negara yang penduduknya paling "menderita" alias paling rentan terhadap stress tersebut adalah Indonesia.

Baca Juga : Ini Spesifikasi Ponsel Termahal di Dunia yang Harganya Rp 103 Miliar

Indikatornya adalah perbandingan antara rata-rata daya hidup baterai ponsel di Indonesia dengan rata-rata global.

Bila secara global rata-rata daya hidup baterai ponsel mencapai 21,7 jam, di Indonesia orang-orang hanya mendapatkan rata-rata 12,8 jam. Artinya, baterai ponsel milik penduduk Indonesia lebih cepat habis, bahkan tidak bisa bertahan hingga seharian.

Sayangnya, riset tersebut tidak menyebutkan informasi rinci mengenai pola pemakaian ponsel atau alasan yang menyebabkan baterai tersebut lebih cepat habis.

Namun dapat diprediksi bahwa rata-rata orang Indonesia merupakan pengguna aktif media sosial, sehingga pola pemakaiannya turut berperan pada daya hidup baterai. Tak ketinggalan, faktor sinyal jaringan seluler di Indonesia juga turut menyumbang borosnya baterai.

Hasil riset ini juga mengungkap alasan populernya perangkat baterai portabel atau powerbank di Indonesia. (Baca: Smartphone Jangan Keseringan Pakai Powerbank)

Riset menunjukkan bahwa ada sejumlah aplikasi yang memakan banyak daya baterai, misalnya Snapchat, Uber, game Candy Crush Saga serta Clash of Clans. Sementara beberapa aplikasi lain, seperti Spotify, WhatsApp, Twitter, Facebook Messenger, Line dan Instagram cenderung lebih hemat daya.

Selain Indonesia, riset juga menunjukkan rata-rata daya tahan baterai ponsel di negara lain, seperti Brasil dan Amerika Serikat. Daya hidup baterai di sana tak beda jauh dengan di Tanah Air.

Baca Juga : Jangan Pernah Lakukan ini di Media Sosial

Brasil mencatatkan rata-rata daya hidup baterai selama 17,9 jam, sedangkan AS mencatatkan 18,2 jam.

Negara dengan daya hidup baterai terlama adalah Jerman, selama 32,1 jam; Selandia Baru selama 27,7 jam; serta Australia selama 26,7 jam.

Seluruh data riset ini disusun oleh lembaga M2 Catalyst dan App Annie. Selanjutnya, tim DU Global Battery Labs dari Baidu menganalisis dan mengonsolidasikan seluruh data.

Top