Bocah Ingusan Genk Motor, Memalak dan Menusuk hingga Menyiksa Korban Lalu Kabur


Ilustrasi

Di beberapa kota di Indonesia ini sudah tak dikagetkan lagi berbagai ulah geng motor. Padahal aksi-aksi mereka sangat brutal dan sadis hingga merugikan banyak pihak. Namun orang sudah tak tertarik membahas hal ini.

Dikutip dari tirbun jogja, genk motor MS 13 yang kerap berbuat onar diamankan Direskrimum Polda Bali, Selasa (18/10/2016) malam.

Geng motor yang beranggotakan sekitar 24 anak-anak belasan tahun ini, telah melakukan serangkaian tindakan kriminal di sejumlah tempat di Denpasar.

Sumber di kepolisian menyebut, kurang lebih ada empat TKP (tempat kejadian perkara) yang menjadi lokasi ABG-ABG ini beraksi.

Kebanyakan mereka dilaporkan muncul di wilayah Renon, Denpasar.

“Markasnya kan di Jalan Badak Agung. Biasanya mereka malak dan menyiksa korban dan menusuk korban lalu kabur,” ungkap sumber yang meminta namanya tidak ditulis, Rabu (19/10/2016).

Baca Juga : Netizen Geram! Para Geng Motor ini Seenaknya Balapan di Jalan Raya Hadang Ratusan Kendaraan

Akibat seringnya geng motor ini membuat keonaran, mereka telah lama masuk dalam radar polisi. Kebanyakan anggotanya terdiri dari siswa-siswa yang duduk di bangku sekolah menengah pertama.

Selain laki-laki berusia antara 13-15 tahun, geng MS 13 juga dikabarkan beranggotakan dua orang perempuan. Namun demikian, tidak diketahui secara pasti sejak kapan geng motor tersebut berdiri.

“Nggak tentu mereka muncul di mana. Tapi kebanyakan muncul subuh jam 2. Jam 11 malam mulai dah di lapangan. Termasuk aksi trek-trekan. Anggotanya campuran, ada orang dari Kupang dan Bali. Kebanyakan tinggal di Jalan Badak Agung Renon,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran, para anggota geng motor ini sering kumpul di sebuah warung kecil di Jalan Tukad Jinah, tepatnya di belakang sebuah kampus swasta.

Hal tersebut diakui pemilik warung, A (38). Setiap malam warung miliknya selalu disesaki oleh kerumunan remaja yang diduga sebagai geng motor.

"Paling ramai itu pada malam minggu, mereka nongkrong di sini. Dan biasanya membuat masalah dengan orang lain,” ungkap pria asal Jembrana ini, Rabu (19/10/2016).

Kejadian penganiayaan hingga berujung penusukan terhadap I Komang Armana (38) pada 18 September lalu masih teringat di benaknya.

Dia menceritakan, saat malam kejadian sekitar 00.20 Wita, korban sedang membeli enam bungkus nasi kepadanya. Tiba-tiba Armana dikeroyok oleh anggota MS 13 hingga bersimbah darah di dekat warung tempatnya berjualan.

“Komang (korban, red) sempat ditusuk sampai berdarah oleh kumpulan anak muda itu, kasihan, padahal dia enggak punya masalah dengan mereka,” ucapnya sembari meneguk kopi.

Baca Juga : Keren! Pria ini Mendapat Banyak Pujian. Lihat yang Dilakukanya di Jalan yang Rusak

Dia pun merasa aksi keji geng motor kepada korban merupakan salah sasaran.

Lebih lanjut, ia menerangkan saat itu banyak remaja yang membawa senjata tajam dan itu sudah sering dilihatnya beberapa kali saat mereka nongkrong di warungnya.
“Banyak yang bawa sajam, tapi saya tidak tahu di mana dia menyimpan barang itu,” tuturnya.

Selain kerap melakukan aksi pengeroyokan, kumpulan remaja itu pun seringkali minum-minuman keras dan kemudian berangkat menuju Jalan Serangan atau Jalan Hayam Wuruk untuk melakukan trek-trekan.

Sementara menurut penuturan masyarakat sekitar Jalan Badak Agung, geng motor MS 13 kerap melakukan aktivitas kumpul-kumpul di bawah pohon mangga depan sebuah rumah di Jalan Badak Agung VIII.

Diduga rumah tersebut pentolan seorang anggota MS 13.
“Setelah ngumpul di sana, mereka langsung pergi nggak tahu ke mana perginya. Tapi setahu saya, di sekitar sini (Jalan Badak Agung) mereka nggak pernah bikin ribut,” ujar warga yang menolak namanya ditulis ini, Rabu (19/10/2016).

Di tempat terpisah, Dit Krimum Polda Bali telah mengamankan 14 anggota geng motor MS 13 yang terlibat berbagai kasus kriminal.

Hingga kemarin, status meraka masih sebagai saksi. Saat ini Polda Bali tengah mencari keberadaan dua pelaku lainnya yang diduga menjadi pimpinan ataupun otak aksi penusukan yang pernah dilakukan geng motor tersebut.

Kapolda Bali, Irjen Pol Sugeng Priyanto, menyatakan ke-14 remaja itu kini telah diproses di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Bali.

“Karena masih di bawah umur penanganannya diserahkan ke unit PPA,” katanya, kemarin.

Selain itu ia belum bisa menjelaskan motif dari aksi penusukan yang diduga melibatkan anggota geng MS 13.

“Untuk motifnya kami masih mendalaminya,” tegasnya.

loading...
Top