Bandung Banjir Kang Emil Minta Maaf, Pas Jakarta Banjir Ahok Salahkan Gorong-gorong

Selain Jakarta yang dipimpin oleh Ahok, rupanya Bandung juga memiliki sosok pemimpin yang cukup fenomenal, siapa lagi kalau bukan Ridwan Kamil. Sepertinya kedua pemimpin itu memiliki cara dan sikap yang berbeda-beda dalam menangani masalah.



BACA JUGA: Bikin Pangling! Ternyata Ini Putra Kecil Sarah Azhari yang Sudah Beranjak Dewasa

Salah satu problema yang masih terjadi di 2 kota besar Indonesia itu hingga kini adalah Banjir. Jika banjir melanda Bandung, Kang Emil langsung meminta maaf lewat twitternya kepada seluruh warga Kota Bandung

Berbeda dengan Ahok yang justru menyalahkan gorong-gorong yang beberapa pekan lalu sempat mampet dikarenakan adanya sampah kabel.

Bandung memang sering terkena banjir, tapi banjir yang menimpa wilayaj Pagarsih, Senin (24/10) lalu dirasa yang paling parah dalam setahun terakhir, bahkan jalanan sudah tampak seperti sungai.



Lewat akun Twitter, Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil pun meminta maaf atas musibah banjir yang menggenangi kawasan Pasteur tersebut.

"Hindari Jalan Pasteur sedang banjir, Tim sudah di TKP. Insya Allah siap-siap dipasang tol air seperti gedebage sekarang tidak banjir. Mhn Maaf," tulisnya di Twitter.

"Kasus Gembrong ini agak aneh. Kenapa kerendam, pasti pompa mati," kata Basuki di Balai Kota, Selasa (9/2/2016) dikutip dari Kompas.com.

Basuki mendapat laporan, pompa air di sana mati dan tidak berfungsi optimal karena kabelnya digigit tikus.

Setelah itu, Ahok memperingatkan para pemilik fiber optik untuk dapat merapikan kabel-kabel galian yang tertanam di bawah tanah.



"Kalau Jakarta banjir, Bapak Ibu jangan marahi saya lho, marahi anda sendiri. Di bawah tanah itu ada kabel Telkom, PLN, gas; itu isi got, kabel Bapak Ibu semua," kata Basuki, saat penandatanganan nota kesepahaman kerjasama layanan nomor panggilan tunggal darurat, di Balai Kota, Kamis (11/2/2016).
Bahkan setelah itu, banyak ditemukan kabel-kabel di bawah gorong-gorong.

Wah.. walaupun memiliki cara dan reaksi yang berbeda, tapi kedua pemimpin itu bisa dikatakan sukses dalam menangani masalah-masalah di daerah pimpinannya.
Top