Alhamdulillah, Vaksin DBD Akhirnya Tersedia di Indonesia



Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merupakan penyakit yang dapat membuat suhu tubuh penderita menjadi sangat tinggi dan pada umumnya disertai sakit kepala, nyeri sendi, otot, dan tulang, serta nyeri di bagian belakang mata.

Dikutip ari alodokter, sebetulnya demam dengue dan demam berdarah merupakan dua kondisi yang berbeda, namun sebagian besar masyarakat Indonesia sudah terlanjur salah kaprah. Demam berdarah atau dengue hemorrhagic fever (DBD) merupakan komplikasi dari demam dengue (dengue fever) yang memburuk. Gejala DBD tergolong parah (meskipun pada fase ini panas tubuh mengalami penurunan) di antaranya adalah kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah-muntah yang disertai darah, keluarnya darah dari gusi dan hidung, napas terengah-engah, dan pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri di sekitar perut.

Setelah mendapat persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), vaksin dengue pertama di dunia hadir di Indonesia. Vaksin dengue ini sudah bisa digunakan untuk individu berusia 9-16 tahun untuk mencegah demam berdarah dengue (DBD).

"Vaksin ini ini sudah didistribusikan lewat distributor ke klinik dan rumah sakit swasta di Indonesia," tutur  General Manager Sanofi Pasteur Indonesia, Joko Murdianto di Jakarta Pusat, dilansir liputan6, pada Selasa (25/10/2016).

Baca Juga : Ketahui 5 Jenis Penyakit Kanker yang Paling Mematikan ini!

Vaksin dengue yang dikembangkan sekitar 20 tahun ini bisa mencegah penyakit demam berdarah dengue dari empat serotipe virus dengue yang ada. Pemberian vaksin dengue dengan tiga dosis lewat injeksi. Penyuntikan dilakukan sebanyak tiga kali yakni pada bulan 0, 6, dan 12.

Lewat vaksinasi ini, peneliti utama dari studi klinis fase III Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K) mengatakan bisa memperbesar kemungkinan anak usia 9-16 tahun terhindar dari penyakit yang masih menyebabkan kematian ini. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka kematian akibat demam berdarah dengue masih terjadi 0,8 persen dari total kasus yang ada.

"Selama ini kita mencegah demam berdarah dengan menjaga kebersihan area rumah, lalu kini juga ada juru pemantau jentik di rumah. Tapi faktanya masih ada korban dari demam berdarah dengue. Maka dari itu perlu melakukan usaha lainnya dengan melakukan vaksinasi dengue untuk mencegah terinfeksi virus dengue," tutur Sri.

Hasil studi klinis akan vaksin dengue menunjukkan bisa mencegah 2 dari 3 orang terinfeksi demam berdarah dengue. Lalu angka perawatan di rumah sakit turun sampai 80 persen dan kasus dengue berat turun sampai 92 persen.

Selain di Indonesia, vaksin dengue dari Sanofi Pasteur ini telah mendapat persetujuan pemasaran di 11 negara lain yakni Meksiko, Filipina, Brasil, El Salvador, Kosta Rika, Paraguay, Guatemala, Peru, Thailand, Singapura dan Bolivia.

Top