7 Tahun Pasang Kamera CCTV, Hasilnya Sungguh Menakutkan!

Mungkin yang dilakukan dua fotografer ini bisa dikatakan kurang kerjaan. Bagaimana tidak? selama 7 tahun mereka memasang CCTV di daratan kutub utara. Tapi siapa sangka, jika apa yang mereka lakukan itu menguak hal yang sangat menakutkan.


BACA JUGA: Bukan Karena Lucu, Tapi Kisah Dibalik Foto Itu yang Membuatnya Viral. Sungguh Mengejutkan!!





Dikutip Wajibbaca dari Dream, Kejadian ini bermula ketika Mereka mengumpulkan kamera time-lapse yang tersebar di sejumlah titik di dekat Kutub Utara. Kamera-kamera itu telah berada di sana selama tujuh tahun terakhir. Kedua fotografer itu adalah Adam LeWinter dan Jeff Orlowski.

Tujan mereka melakukannya dalah untuk membuat film dokumenter tentang pemanasan global.  Saat berharap mendapatkan rekaman yang bagus untuk film mereka, tiba-tiba sebongkah besar gletser luruh, menerjang laut tepat di depan mata mereka.



Film berjudul Chasing Ice yang dirilis pada tahun 2012 itu menunjukkan bagaimana mengerikannya efek gletser yang runtuh akibat bumi semakin panas.

Kembali ke tahun 2008, LeWinter dan Orlowski pergi ke Greenlad Barat untuk merekam momen yang akhirnya menjadi sejarah besar terkait pemanasan global.  Mereka berhasil merekam bagaimana gletser terbesar dalam sejarah perfilman luruh.

Peluruhan gletser bernama Ilulissat Icefjord itu tidak hanya sebentar, tapi berlangsung hingga 75 menit. Ini adalah peluruhan gletser terbesar sepanjang sejarah karena mengikis daratan es hingga sejauh 1,6 kilometer dari tepi laut.

Tidak hanya itu, volume es yang mengalami peluruhan itu mencapai 7,4 kubik kilometer. Ketebalan daratan es yang meluruh itu lebih dari 910 meter, dengan bagian yang menonjol mencapai 100 - 120 meter di atas permukaan laut.

Jika dibandingkan, ketebalan daratan es itu lebih tinggi dari rata-rata bangunan pencakar langit di kota New York. Sedangkan ukuran luas daratan es yang mengalami peluruhan itu bisa dibandingkan dengan area Lower Manhattan.



Film Chasing Ice berhasil menyabet lebih dari 30 penghargaan di berbagai festival, termasuk Award of Excellence in Cinematography di Festival Film Sundance 2012 dan The Best Documentary dari International Press Association.
Top