Warga Nobar Film Porno di Papan Iklan Dekat Kantor Walkot Jaksel, Diretas atau Kecerobohan?



Kejadian yang tak pantas dan memalukan terjadi di daerah sekitar kantor Walikota Jakarta Selatan. Di sana, ada sebuah videotron yang memunculkan adegan film yang diduga pornografi. Belum diketahui detailnya apakah itu kena hack atau kecerobohan teknisi dari papan iklan tersebut. Namun, besar dugaan itu kecerobohan dari teknisi mereka.

Menurut praktisi keamanan internet dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, secara teknis videotron tersebut masih belum secanggih yang dipikirkan alias belum benar-benar online. Model kerjanya, sama seperti layar monitor komputer

"Kalau di hack itu kesannya orang dari antar berantah yang mengambil alih dan menampilkan gambar porno. Kalau sudah benar-benar online secara teknis bisa di hack, tapi saya ragukan sih. Kemungkinan itu kecelakaan," ujarnya dikutip dari merdeka, Jumat (30/09).

Baca Juga : Akhirnnya Dalang Pembunuh Yuyun divonis Mati, tapi 4 Pelaku Lain Dibui 20 tahun

Dikatakannya, bisa jadi ada sebuah video porno yang disimpan bersamaan dengan video iklan, lalu tidak sengaja tampil di papan iklan digital tersebut. Di luar negeri hal itu kerap terjadi. Namun, ada baiknya operator dari videotron itu mengakui kesalahannya.

"Asal tidak ada unsur kesengajaan harusnya bisa dimaklumi. Di luar negeri beberapa kali juga sama begitu," katanya.

Hal senada juga diutarakan oleh pengamat TI, Ruby Alamsyah. Menurut analisa sederhananya, ada dua kemungkinan. Pertama, kecerobohan yang dilakukan sistem administrator pengelola videotron tersebut.

"Seperti yang pernah kejadian di China dan Amerika, videotron berbasis komputer ini, seperti halnya sebuah PC, bisa digunakan secara multi tasking membuka beberapa aplikasi secara bersamaan. Kecerobohan yang dilakukan oleh sistem admin tadi adalah meninggalkan tampilan utama di layar dengan aplikasi lain, yaitu internet browser yang sedang streaming video lain, bukan video iklan aslinya," jelasnya.

Kemungkinan yang kedua adalah di hack. Namun dengan catatan jika videotron tersebut menggunakan jaringan dan memiliki celah keamanan, baik di sistem maupun jaringannya.

Dikutip dari merdeka, terlepas dari itu, Humas Wali Kota Jakarta Selatan Ika Mauli menjelaskan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurutnya, pihak Wali Kota tak tahu menahu soal konten yang ditayangkan. Izin reklame selama ini menjadi urusan dinas pajak. Sementara konten menjadi urusan operator atau penyewa. Pihaknya masih mengusut kenapa operator bisa memutar video tak senonoh ini.

loading...
Top