Terungkap, Ini perwira Polri yang Selama ini Menerima Ratusan Juta dari Bandar Narkoba

Kasus peredaran narkoba ini memang tak ada habisnya. Bahkan pengakuan Fredi Budiman sebelum eksekusi matinya, sempat 'kontroversial' bahwa banyak pendukung orang-orang yang berpangkat tidak remeh, hingga bermiliar-miliar rupiah dana yang ia alirkan kepada mereka semua.



Kali ini tim independen pencari fakta bentukan Polri telah mengumumkan hasil investigasi testimoni milik terpidana mati Fredi Budiman. Hasilnya, tim tidak menemukan adanya aliran dana yang diterima pejabat Polri, TNI dan Badan Narkotika Nasional (BNN) dari Fredi.

Tim justru menemukan fakta lain. Tim menemukan adanya aliran dana ratusan juta rupiah yang diterima oleh perwira menengah (Pamen) di lingkungan Mabes Polri.

"Setidaknya hanya ada satu aliran dana dan fakta itu sudah diakui oleh oknum ini. Pada waktu itu penyelidik dan saat ini Pamen," kata anggota TPF Effendi Gazali saat dihubungi wartawan, Jakarta, Jumat (16/9), dikutip dari merdeka.

Effendi mengaku timnya memiliki bukti awal adanya aliran dana kepada Pamen yang diketahui berinisial KPS. Bahkan, total aliran dana yang diterima KPS pun sudah diketahui TPF.

"Ada satu bukti awal, angkanya Rp 668 juta. Tetapi KPS menerima bukan dari Fredi Budiman," ujar dia.

Baca Juga : Kasihan, Kakak Beradik Ini Divonis Tak Bisa Tidur Seumur Hidup

Ditambahkan Effendi, KPS sudah diperiksa oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Ditegaskan dia kembali uang itu diterima bukan dari Fredi Budiman melainkan dari terpidana lain yakni Akiong.

"Tersangka Akiong merupakan tersangka lain dan bukan berhubungan dengan Fredy Budiman," pungkas Effendi.

Ternyata bukan dari Fredi Budiman lagi, dan itu hanya ratusan Juta. Dan uang yang telah mengalir ratusan miliar yang diceritakan terpidana mati tersebut kemana jika sampai saat ini belum ditemukan titik terangnya.
Top