Sunnah Kepada Mertua yang Banyak Ditinggalkan Oleh Menantu

Pernikahan bukan hanya berarti mengikat antara dua insan yang saling mencinta, namun juga mengikat kedua keluarga besar masing-masing pasangan. Bahkan keduanya akan mendapatkan orang tua baru setelah kedua orang tua kandungnya.



Islam telah mengatur tata cara menjadi seorang menantu yang baik. Seperti yang dihimpun dari palingyunik.com dimana ada beberapa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan agar terjalin hubungan yang baik dan harmonis antara menantu dan mertua. Namun saat ini sunnah-sunnah tersebut seringkali ditinggalkan. Bahkan tidak sedikit diantara para menantu yang menganggap mertua sebagai musuh.


Sunnah Kepada Mertua yang Banyak Ditinggalkan


Tentunya hal ini sangat bertentangan dengan yang diajarkan Islam. Padahal bila diamalkan, sunnah ini sangat bermanfaat untuk menggapai kebahagiaan dan barakah dalam rumah tangga. Lantas, apakah sunnah yang dimaksud ?

Jangan Lewatkan yang Sedang Hangat :

Kipas Hidup Sukarto Di Sudut Kota Pamekasan Akhirnya Dibawah Ke Rumah Sakit

1. Mencintai mertua 

Rasulullah SAW merupakan contoh menantu yang terbaik. Beliau adalah menantu dari Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Meskipun beliau adalah seorang nabi dan rasul Allah, namun selalu memperlakukan mertuanya dengan sangat baik.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Rasulullah SAW adalah sosok yang paling dekat hubungannya dengan Abu Bakar. Dan Abu Bakar merupakan sosok yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW. Beliau menjadi menantu Abu Bakar karena menikahi Ummul Mukminin Aisyah ra.

Selanjutnya Rasulullah SAW juga menjadi menantu Umar bin Khattab karena menikahi Hafsah ra, yaitu sosok wanita yang dikenal ahli tahajud dan puasa sunnah. Umar bin Khattab merupakan orang kedua yang paling dicintai oleh Rasulullah SAW setelah Abu Bakar.

Beliau sangat mencintai kedua sahabatnya yang juga merupakan mertuanya tersebut. Ada cukup banyak riwayat hadits yang menunjukkan betapa besar kecintaan Rasulullah SAW terhadap sahabat sekaligus mertuanya tersebut. Lantas, bagaimanakah dengan diri kita sebagai seorang menantu ? Sudahkan kita mencintai kedua mertua dengan tulus ?


2. Mengunjungi mertua

Sunnah selanjutnya yang sangat dianjurkan adalah mengunjungi mertua. Tentunya dalam hal ini bukanlah kunjungan singkat yang dimaksud. Setiap orang tua tentu akan merasa senang mendapatkan kunjungan dari anak-anaknya. Terlebih lagi bagi orang tua yang telah cukup umur, bagi mereka kunjungan dari anak-anaknya merupakan sesuatu yang sangat membahagiakan. Sebab hal tersebut menunjukkan perhatian dari sang anak kepada orang tuanya.


3. Menghindari penyulut masalah

Menantu yang baik tentu akan menghindari munculnya permasalahan dengan mertuanya. Tidak bisa dipungkiri bahwa diantara menantu dan mertua sering terjadi perbedaan pendapat mengenai suatu hal. Namun sebagai seorang menantu tentunya kita harus pandai dan jeli dalam mengambil sikap untuk menghindari munculnya permasalahan yang tidak diinginkan. Keharmonisan antara menantu dan mertua tentunya lebih diharapkan daripada permusuhan. Oleh sebab itu sebisa mungkin hindari penyulut masalah.

4. Perlakuan yang sama antara mertua dan orang tua

Meskipun telah menikah, setiap pasangan tetap memiliki kewajiban terhadap orang tuanya. Namun dalam hal ini, perlakukanlah mertua selayaknya kita memperlakukan orang tua sendiri. Jangan sampai ada perbedaan diantara keduanya, karena hal ini dapat menjadi pemicu kehancuran rumah tangga. Terlebih lagi bila pasangan kita menyadari hal tersebut, tentunya ia tidak akan terima dengan perlakuan yang berbeda tersebut.

Demikianlah ulasan mengenai sunnah kepada mertua yang sering ditinggalkan. Sebagai seorang menantu sudah selayaknya bila kita memperlakukan mertua seperti memperlakukan orang tua kandung. Pasalnya mertua merupakan orang tua dari pasangan yang kita cintai. Sehingga sudah seharusnya bila kita tidak hanya mencintai anaknya saja namun juga orang tuanya. Semoga bermanfaat
Top