Subhanallah! Air Zamzam, Walaupun Diambil Setiap Hari, Tidak Pernah Habis & Kering

Tahu Sumur Zamzam kan? Sumur yang satu ini bisa dikatakan sebagai sumur ajaib di Dunia. Bagaimana tidak? bayangkan saja, berapa banyak jamaah haji yang singgah dan menyempatkan diri untuk minum dan membawa pulang air dari sumur Zamzam ini. Walaupun begitu, sumber air itu tidak pernah sedikit pun kering ataupun habis.



BACA JUGA: Kenapa ya, Negara Tidak Mencetak Uang yang Banyak Agar Terbebas Dari Hutang dan Kemisikinan?

Bagi umat Islam, air zamzam bukan sekadar air biasa, namun dipercaya memiliki berkah luar biasa. Air zamzam pertama kali ditemukan Siti Hajar saat bolak-balik dari Bukit Safa dan Marwah. Ibunda Nabi Ismail itu akhirnya mendapat petunjuk melalui Malaikat Jibril. Tetiba keluarlah mata air zamzam dari sela-sela jari kaki Nabi Ismail yang tengah kehausan.

Kini, mata air zamzam itu berada di sebelah tenggara Kakbah dengan kedalaman sekitar 42 meter. Lalu, bagaimana bisa hanya dengan kedalaman 42 meter bisa bertahan di tengah gurun dan airnyapun tidak pernah habis?

DIkutip dari Tribunnews, Ali Husni Al Kharbuthli menulis dalam bukunya berjudul Sejarah Kakbah, "Jelaslah keberadaan air dalam sumur zamzam merupakan sebuah keajaiban sesuai dengan kehendak Allah SWT."

Sementara itu, Thariq Hussain, seorang insinyur kimia Jeddah ditugaskan untuk menyelidiki sumur air zamzam. Ternyata sumur yang tak pernah kering itu hanya berukuran 18 x 14 feet saja atau kira-kira 5x4 meter. Thariq dan asistennya pun mencari jika ada cerukan atau saluran pipa di bawah sana, ternyata tidak ada apapun!

Penelitian ini sekaligus bertujuan menjawab tuduhan air zamzam tidak sehat lagi karena tercemar air resapan limbah warga Mekkah. "Ia bersama stafnya dapat membuktikan sebaliknya. Sumber sumur zamzam tak ada kaitannya dengan resapan air limbah warga Mekkah dan airnya tetap layak minum," demikian tulis buku Sejarah Kakbah.

Penelitian serupa juga pernah dilakukan pakar geologi Mesir Dr Farouk El-Baz, yang bekerja di Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Dilaporkan harian Asharq Al Awsat, Farouk pernah melakukan pemotretan geologis kawasan Gurun Sahara lewat satelit pada 1973.

Hal serupa juga dilakukannya terhadap kondisi Mekkah dan Madinah. "Hasilnya, ternyata didapati tanda-tanda adanya lautan air di lapisan bebatuan di bawah Mekkah. Lautan air itu tak lain adalah yang jadi sumber air zamzam," tulisnya.



Seperti dilansir dari berbagai sumber, yang membedakan air zamzam dengan sumur lain di Mekkah adalah kandunganzat fluorida yang memiliki daya efektif membunuh kuman, layaknya seperti sudah mengandung obat. Tak hanya itu saja, kalsium dan garam magnesium dari sumur zamzam juga lebih banyak.

Modernisasi Air Zamzam terjadi pada tahun 1994, dengan menambahkan saluran agar air zamzam bisa ditampung lebih banyak untuk melayani jemaah haji, umrah, dan penduduk tanah suci. Pompa pun telah ditambahkan agar airnya tak 'luber' alias tidak mubazir.
Top