Sekali Event, Bakso Jualan Zukni Raup Untung 44 Juta



Bakso, makanan yang terbuat dari daging dengan campuran tepung yang dibentuk bulat ini pasti nggak asing buat orang Indonesia. Banyak warung bakso berjajar di sudut-sudut kota dengan mudah kita temukan. Sayangnya, kondisi itu sangat berbeda dengan warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri, khususnya di Inggris.

Makanan ini sangat langka sehingga sulit untuk menemukannya. Kondisi itu ternyata justru menjadi peluang oleh Zukni Legowo, pria asal Semarang, Jawa Tengah untuk membuka usaha bakso.

Cerita Zukni merintis berjualan bakso berawal ketika lima tahun lalu ia rindu dengan bakso seperti di Tanah Air. Memiliki profesi utama sebagai penyedia jasa layanan angkut mobil mewah membuatnya kesulitan untuk membuat bakso. Proses trial and error saat mencoba meracik bumbu pun ia lewati. Hingga akhirnya memberanikan diri untuk menjual bakso di acara-acara besar yang diadakan oleh WNI ataupun KBRI Inggris, demikian dilansir indozone.

Baca Juga : Rahasia ini Istri Wajib Tahu, Karena Pasti Dialami Suami Selesai "Begituan"

Seiring perjalanan waktu, respon pembeli ternyata cukup tinggi. Biasanya sekali berjualan pria yang kini berusia 47 tahun ini bisa menghabiskan 30 sampai 40 kilogram daging segar atau sekitar 500 porsi bakso. Per porsinya, bakso Zukni dijual sekitar Rp 85 ribu. Sementara untuk bakso yang telah di frozen dengan isi 35 buah dijual sekitar Rp 175 ribu.

Dikutip dari youtube net.z, dalam sekali jualan ia bisa meraup untung hingga Rp 44 juta. Dalam setahun ada sekitar 10 event yang bisa diikuti oleh Zukni, seperti acara peringatan Hari Kemerdekaan RI di KBRI, Idul Fitri dan Idul Adha, Indofest dan masih banyak lagi.

Selain menjual di acara-acara besar WNI, Zukni juga menerima orderan untuk pesta. Agar bakso buatannya semakin dikenal, Zukni juga memasarkan produknya melalu online. Semua pelanggannya tersebar di Inggris.

Selain Zukni, salah satu WNI lain yang berbisnis makanan Indonesia adalah Tiwi Pryce. Wanita ini sehari-hari berjualan aneka ikan asin, kerupuk, bumbu tradisional Indonesia, tempe hingga jengkol dan pete.

Tiwi juga menjual dagangannya di acara-acara yang digelar WNI di Inggris. Selain menjual di event-event besar, Tiwi juga memasarkan produknya melalui media sosial. Pembelinya tersebar di berbagai kota di Inggris.
Lihat selengkapnya,

Top