Sedih Tapi LUCU, Hanya Jamaah Haji Indonesia yang Sembuyikan Barang Bawaan Seperti ini

Sudah menjadi kebiasaan para jamaah haji Indonesia seusai menunaikan ibadahnya, dan membawa oleh-oleh kepada kerabat sanak saudara serta tetangga saat pulang ke kampung halamanya. Itulah yang terjadi juga pada musim haji kali ini.



Seminggu terakhir jemaah haji Indonesia mulai bergerak pulang ke Tanah Air. Dalam gelombang pertama, jemaah haji diterbangkan dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah ke Indonesia. Sementara gelombang kedua, jemaah haji dipulangkan dari Bandara AMAA Madinah ke Tanah Air.

Sebelum pulang ke Tanah Air, jemaah haji Indonesia harus melalui tahapan pemeriksaan barang bawaan di bandara. Saat pemeriksaan inilah yang menuntut kesabaran dan ketelatenan, baik petugas haji Indonesia atau pun pihak maskapai.

Proses pemeriksaan yang lama lantaran barang bawaan jemaah haji yang aneh-aneh tak jarang menyebabkan keterlambatan penerbangan, terutama di hari-hari awal pemberangkatan.

Dikutip dari merdeka.com di Bandara King Abdul Aziz Jeddah selama seminggu terakhir, ada hal-hal lucu, unik, miris, hingga bikin iba. Berbagai cara dilakukan jemaah haji kita agar barang-barang yang telah mereka beli atau barang bawaan mereka bisa dibawa pulang ke Tanah Air. Misalnya dengan memasukkan teflon ke dalam bra. Karena terbuat dari logam, teflon itu pun bikin alat deteksi logam di bandara pun berbunyi.

Baca Juga : NGAKAK, Aksi Pencuri ini Gunakan Payung Agar tak Terekam CCTV

"Yang bersangkutan pun akhirnya minta maaf kepada kami," kata Kadaker Bandara Nurul Badruttmam di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Jumat (23/9).

Bahkan ada jemaah haji asal Banda Aceh yang menaruh barang bawaan di celana dalam. Akibatnya, dia tertahan selama hampir 4 jam di bandara.

"Kemarin ada ibu-ibu dari Banda Aceh. Masuk sudah di gate, nunggu empat jam lantaran dia ngumpetin barang di dalaman (celana dalam)," cerita perwakilan Garuda Indonesia Budi Sutiono saat rapat evaluasi pemulangan jemaah haji di Bandara Jeddah.

Tak cuma itu saja. Banyak jemaah haji, terutama ibu-ibu yang berdandan persis orang hamil karena perutnya diisi oleh baju-baju yang telah dibelinya dari Arab Saudi. Bahkan tak sedikit ibu-ibu yang memakai pakaian sampai 5 lapis karena tasnya telah penuh dengan barang bawaan yang lain.



"Ini mas, sudah badan melar kayak orang hamil. Pakaian dobel-dobel," ujar salah seorang jemaah haji sambil memamerkan baju yang dipakainya.

Ada juga yang bikin iba. Seorang nenek-nenek mengikat sebuah gelas dan sebuah barang dari bahan plastik di kerudung bagian belakang, lalu ditutup dengan mukena sehingga tak terlihat dari luar. Tapi tetap saja kelihatan menonjol. Petugas dari Garuda Indonesia pun tertawa saat melihat ulah nenek tersebut. Cuma untuk membawa sebuah gelas saja sampai segitunya perjuangan nenek ini.

Unik juga, di Bandara Jeddah kemarin, puluhan ibu-ibu mengenakan baju berlapis. Mulai lapis dua sampai lapis lima. Bahkan ada yang sampai lapis tujuh.

Sementara untuk barang-barang bawaan di luar pakaian, biasanya mereka menaruhnya di dalam plastik lalu dikalungkan di leher dan ditutupi jilbab besar hingga tak kelihatan dari luar. Biasanya barang-barang tersebut berupa mainan anak-anak seperti boneka barbie, atau boneka unta.

"Ini buat cucu saya, sayang kalau ditinggal," ujar salah seorang jemaah lainnya.

Peraturan penerbangan bagi jemaah haji yang hendak pulang ke Tanah Air memang ketat. Selain dilarang membawa air zam-zam, mereka juga dilarang membawa barang di luar kapasitas yang diperbolehkan, yakni untuk kopor besar maksimal 32 kilogram. Sementara untuk tas tenteng maksimal 7 kilogram.

Baca Juga : 5 Contoh Perhitungan Denda BPJS Kesehatan yang Jadi Perbincangan HANGAT

Tapi pada praktiknya jemaah haji selain membawa tas tentengan juga membawa tas-tas atau plastik kresek lain. Tas-tas inilah yang dilarang masuk ke pesawat. Sehingga untuk mengakalinya, banyak jemaah yang melakukan kreasi, misalkan menempelkan barang-barang di tas tentengan lalu diikat dengan tali. Tapi tetap saja ketahuan petugas dan diminta untuk membuang, atau dimasukkan ke dalam tas.

Tak jarang terjadi perdebatan panjang antara jemaah haji dan petugas dari maskapai Baik Garuda Indonesia atau pun Saudi Arabia Airlines. Bahkan ada nenek-nenek yang menangis meraung-raung lantaran plastik bawaannya diminta untuk ditinggal.

"Ini cuma boneka buat cucu saya," ujar nenek asal Banten sambil terus menangis. Karena tak bisa dikasih tahu oleh siapa pun, termasuk oleh petugas haji, akhirnya nenek tersebut ngacir begitu saja ikut rombongan masuk ke dalam gate.

Karena banyak barang bawaan yang tak bisa dibawa masuk ke pesawat, banyak jemaah haji yang meninggalkan begitu saja barang bawaannya di ruang tunggu masuk bandara.

Tapi biasanya barang-barang yang mereka tinggalkan adalah barang-barang yang tak begitu berharga, misalnya piring, gelas, baju bekas. Tapi ada juga barang-barang seperti rice cooker, karpet, kurma, serta mainan-mainan anak. Barang-barang yang ditinggal tersebut biasanya diambil oleh para umal, sebutan buat para petugas kebersihan bandara. Namun barang-barang yang lumayan berharga biasanya dikumpulkan dalam satu tempat, untuk selanjutnya disumbangkan kepada yang membutuhkan.

Menghadapi banyaknya jemaah haji kita yang memiliki berbagai macam karakter serta minim pengalaman bepergian ke luar negeri memang harus ekstra sabar. "Kita juga harus pandai-pandai memberi tahu mereka, dengan mengetahui asal daerah masing-masing, karena mereka beda karakter. Penyampaiannya juga harus beda," kata Kadaker Bandara Nurul Badruttamam.

Hehehe, namanya juga mau bawa oleh-oleh. Entah itu overload atau tidak yang pasti bawa saja. Lucu juga sih, tapi kasihan dengan jamaah haji terutama yang sudah tua dan kurang mengerti akan peraturan batas kapasitas masksimal pesawat.
Top