Mencoba Berbisnis Bakso & Pete Di Luar Negeri Dan Hasilnya Sungguh Diluar Dugaan

Siapa yang tidak suka sama makanan berbentuk bulat ini? Yap apalagi kalau bukan bakso. Banyak sekali warung bakso di Indonesia, bahkan pedagang kaki 5 pun juga banyak tersebar dijalanan. Tapi ternyata, kondisi seperti ini sangat jarang ditemui diluar negeri,, khususnya Inggris.



BACA JUGA: Usia 25 Tahun, Tapi Masih Jomblo? Bersyukurlah, Karena di Denmark Kamu Akan Di...

Makanan jenis ini bisa dikatakan langka dan sangat jarang yang jualan. Tapi ternyata, kondisi ini menjadi sebuah peluang bisnis yang menguntgungkan bagi Zukni Legowo, Pria asal Semarang, Jawa Tengah ini untuk berjualan disana.

Dikutip dari indozone, Cerita Zukni merintis berjualan bakso berawal ketika lima tahun lalu ia rindu dengan bakso seperti di Tanah Air. Memiliki profesi utama sebagai penyedia jasa layanan angkut mobil mewah membuatnya kesulitan untuk membuat bakso. Proses trial and error saat mencoba meracik bumbu pun ia lewati. Hingga akhirnya memberanikan diri untuk menjual bakso di acara-acara besar yang diadakan oleh WNI ataupun KBRI Inggris.



Seiring perjalanan waktu, respon pembeli ternyata cukup tinggi. Biasanya sekali berjualan pria yang kini berusia 47 tahun ini bisa menghabiskan 30 sampai 40 kilogram daging segar atau sekitar 500 porsi bakso. Per porsinya, bakso Zukni dijual sekitar Rp 85 ribu. Sementara untuk bakso yang telah di frozen dengan isi 35 buah dijual sekitar Rp 175 ribu.

Dalam sekali jualan ia bisa meraup untung hingga Rp 44 juta. Dalam setahun ada sekitar 10 event yang bisa diikuti oleh Zukni, seperti acara peringatan Hari Kemerdekaan RI di KBRI, Idul Fitri dan Idul Adha, Indofest dan masih banyak lagi.

Selain menjual di acara-acara besar WNI, Zukni juga menerima orderan untuk pesta. Agar bakso buatannya semakin dikenal, Zukni juga memasarkan produknya melalu online. Semua pelanggannya tersebar di Inggris.

Selain bakso, berjualan pete disana ternyata juga sangat menjanjikan Adalah Tiwi Pryce, Seorang WNI yang sehari-harinya berjualan ikan asin, kerupuk, bumbu tradisional Indonesia, tempe, jengkol, hingga tahu.

Tiwi juga menjual dagangannya di acara-acara yang digelar WNI di Inggris. Selain menjual di event-event besar, Tiwi juga memasarkan produknya melalui media sosial. Pembelinya tersebar di berbagai kota di Inggris. Hmmmm.. terlihat sangat menjanjikan ya.. tertarik untuk berjualan juga di luar negeri?

loading...
Top