Mencari Bukti Besar, Benarkah Pizza Hut dan Marugame pernah gunakan bahan kedaluwarsa? Bag 1

Seberapa sering anda berkunjung ke tempat makan yang sudah sangat terkenal di banyak negara dan di berbagai kota di indonesia, bahkan otletnya hampir sudah ada di tiap negara, tempat makan yang terkenal dengan makanan siap sajinya seperti pizza, burger, spageti, kentang goreng dan minuman bersodanya ini ternyata memiliki sebuah rahasia yang tidak banyak diketahui orang, seperti yang di himpun dari bbc.com.



Sebuah pesan dari seorang bekas petinggi perusahaan yang terkait jaringan restoran internasional, beberapa pekan lalu, menggelitik kami: ada dugaan penggunaan bahan yang lewat masa pakainya di dua jaringan restoran internasional. Ia mengaku sudah berusaha menghentikan praktik itu, dengan segala niat baiknya, namun gagal. Diperiksalah dokumen-dokumen yang dibawa dan diperlihatkannya, yang meyakinkan kami untuk melakukan investigasi, yang kami jalankan bersama Tempo.

Kepolisian melancarkan penyelidikan atas dugaan penggunaan bahan makanan yang melampaui masa kedaluwarsa di sebuah jaringan restoran internasional.

Marugame Udon adalah jaringan restoran Jepang yang merupakan bagian dari Sriboga Food Group, yang membawahi berbagai usaha restoran di PT Sriboga Raturaya. Di dalamnya termasuk Pizza Hut Indonesia, Pizza Hut Delivery (PHD), The Kitchen by Pizza Hut selain Marugame Udon.

Jangan Lewatkan : 5 Fakta Tentang Jamie Chua, Janda Seksi Super Kaya Dari Singapura

Sejauh ini polisi hanya melakukan penyelidikan terhadap Marugame Udon, dan tidak terhadap Pizza Hut dan Pizza Hut Delivery ataupun The Kitchen by Pizza Hut.

Betapa pun, informasi dan berkas dokumen yang diperoleh BBC Indonesia dan Tempo menyebutkan perpanjangan masa kedaluwarsa ini pernah juga dilakukan Pizza Hut Indonesia dan Pizza Hut Delivery -yang dibantah oleh Stephen McCarthy, Presiden Direktur PT. Sarimelati Kencana, anak perusahaan PT Sriboga Raturaya yang mengelola operasional Pizza Hut dan PHD.


1.Kabar orang dalam

Tim investigasi gabungan BBC dan Tempo memperoleh sejumlah dokumen, surat elektronik atau email, dan foto-foto dari seorang mantan petinggi di Sriboga Food Group yang menunjukkan itu.
Sumber yang sudah bekerja lama di grup itu berbicara kepada tim BBC Indonesia dan Tempo dengan syarat identitasnya tidak dibuka.

Ia mengatakan, praktik memperpanjang masa kedaluwarsa secara tidak sah ini terjadi secara sistematik, melibatkan manajemen tinggi perusahaan itu di Indonesia, dan sudah berlangsung bertahun-tahun. Ditambahkannya upayanya selama ini untuk menghentikan praktik itu sia-sia.

Saat pertama kali menyampaikan kasus ini kepada BBC Indonesia, ia berkata:
“Awalnya saya tidak ingin berbicara kepada pers, karena sekali diungkapkan kepada pers, hal ini akan diketahui umum, dan akan menjadi masalah yang merusak, yang tak bisa diperbaiki dengan cepat, bahkan bisa tak bisa lagi dikendalikan.”
Lalu ia memaparkan keputusannya untuk berbicara kepada kami.
“Namun tampaknya, pers merupakan satu-satunya jalan terakhir untuk memastikan (bahwa praktik perpanjangan masa kedaluwarsa ini dihentikan).
"Yang penting (praktik ini) tidak terjadi lagi dan orang yang bertanggung jawab dihukum secara setimpal."


2.Yang abu-abu di pergudangan

Sumber kami berkisah, bagaimana ia memergoki kasus ini.
Suatu hari ia dikagetkan oleh adanya beberapa galon berisi saos Tempura dengan stiker yang menandakan perpanjangan masa simpan. Ini bukan hal yang wajar. Ia pun menanyakan soal itu, dan mendapat penjelasan bahwa langkah ini sudah disetujui oleh bagian Quality Assurance (QA, Jaminan Mutu).

Mencari tahu lebih lanjut, dia pun mendapat kabar tentang dugaan bahwa memperpanjang masa simpan adalah praktik yang sejak beberapa waktu biasa dilakukan di Sriboga Food Group.
Awalnya dia mengaitkannya dengan mulai beroperasinya Marugame Udon di Indonesia, tahun 2013. Jadi ia berasumsi, praktik ini baru berlangsung tiga tahun. Tapi katanya, ia dikabari bahwa hal ini sudah berlangsung jauh lebih lama.

Marugame Indonesia pertama kali dibuka pada Februari 2013. Adapun Pizza Hut Indonesia diambil alih oleh PT Sriboga Raturaya sejak tahun 2004.
Ia tak habis pikir, karena menurut pengetahuannya, sebenarnya penanganan bahan makanan di outlet-outlet Pizza Hut luar biasa bagus.

"Mulai dari kapal sampai ke warehouse itu bagus. Di outlet, bagus sekali. Pizza Hut dan PHD benar-benar dijaga (kesehatan makanannya). Banyak ketentuannya, trainingnya juga bagus, (karenanya) jarang ada pegawai keluar dari Pizza Hut."
Kecuali, katanya, kasus ini.
"Apa yang terjadi di warehouse sampai gudang-gudang kecil di daerah itu yang abu-abu," katanya.


3.Berkas-berkas yang bocor

Dokumen yang diperoleh tim investigasi BBC-Tempo -dan kami tak punya alasan untuk meragukan keasliannya- menunjukkan dilakukannya perpanjangan masa pakai bahan-bahan yang digunakan untuk Marugame Udon, Pizza Hut Indonesia dan Pizza Hut Delivery.

Dalam berkas berjudul Summary Extension Shelflife 2015-2016 dengan kop surat Sriboga Food Group itu dicantumkan, produk yang diperpanjang sendiri masa kedaluwarsanya itu antara lain produk berbahan daging : Veggie Chicken Sausage (sosis ayam dan sayuran), dan produk berbahan susu, Carbonara Sauce Mix -adonan saus karbonara.

Produk lain yang diperpanjang masa kedaluwarsanya adalah Puff Pastry - bahan pembuatan kue, Brownies Mix -adonan brownies, bahan marinade Citrus Marinade, dan saus sate, Satay Sauce dan saus XO -XO Sauce.
Bahan-bahan makanan itu, berdasarkan berkas tersebut, diperpanjang masa kedaluwarsanya selama satu bulan, diperuntukkan bagi Pizza Hut dan Pizza Hut Delivery (PHD),

Selain itu ada juga beberapa makanan yang digunakan untuk restoran Marugame, seperti bubuk bonito, saos tempura dan sukiyake.

Sejumlah foto yang diambil sumber kami menunjukkan antara lain bahan untuk kuah ikan udon Marugame, bubuk Bonito, yang diperpanjang masa simpannya selama tiga bulan dari tanggal kedaluwarsa yang dikeluarkan produsen di Shanghai.

Pada kemasan bubuk Bonito tersebut ditempel stiker berisi keterangan: nama perusahaan eksportir, berat bersih produk, kode produksi, tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa.
Tetapi di kemasan itu ditempel juga stiker tambahan, yang menginstruksikan agar dilakukan perpanjangan waktu selama tiga bulan sejak masa kedaluwarsa yang seharusnya.

Berdasarkan keterangan di stiker, instruksi ini diberikan lewat email oleh bagian pembelian (purchasing).
Selama semester kedua 2015, menurut data yang diperoleh tim investigasi, ada delapan paket bubuk bonito yang diperpanjang masa simpannya. Masing-masing diperpanjang tiga bulan dari masa kedaluwarsa.

Menambahkan label atau stiker baru diduga melanggar Undang-Undang Pangan No 18 tahun 2012 Pasal 143, kendati ancaman hukumannya tergolong ringan penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak empat miliar rupiah.

Baca Bagian Dua Disini : 
Top