MasyaAllah Seperti Ini Keadaan Penghuni Surga yang Paling Rendah

Manusia hidup didunia hanya sementara, namun banyak yang masih tak sadar bahwasanya dunia adalah waktu untuk mencari bekal akhirat yang lebih panjang dan kita tak tahu akhirnya. Di dunia rata-rata manusia hanya memiliki usia puluhan tahun sedangkan di akhirat sebuah kehidupan kekal yang tak terhitung waktunya dan semua manusia belum mengetahuinya.



Kenapa kita harus beribadah? Berbuat amal dan kebaikan bagi sesama? Bila itu terlontar dari angan-angan anda, pastinya belum faham betul di akhirat kita ditempatkan sesuai dengan amal baik buruknya kita semasa hidup didunia. Ada surga bagi orang-orang yang berat timbangan amal baiknya dan neraka bagi orang-orang yang berat timbangan keburukanya.

Baca Juga : MasyaAllah, Sambil Terpejam Remaja Ini Berulang Kali Menyebut Rasulullah

Dikisahkan pada suatu kesempatan Nabi Musa bertanya kepada Rabbnya, “Bagaimana nasib penduduk surga yang paling rendah kedudukannya?”

Allah menjawab, “Yaitu orang yang datang setelah penghuni surga dimasukkan ke surga. Lalu dikatakan kepada orang ini, ‘Masuklah ke surga’!

Orang ini menjawab, “Wahai Rabb-ku, bagaimana aku bisa masuk surga, sedangkan mereka sudah menempati tempat mereka masing-masing dan mengambil bagian mereka?”

Lalu dikatakan kepada orang ini, “Apakah kamu rela mendapatkan bagian kerajaan seperti seorang raja di antara raja-raja dunia?”

Orang itu menjawab, “Aku rela, wahai Rabb-ku.”

Rabb mengatakan, “Itu bagianmu ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu, ditambah seperti itu.”

Pada kelima kalinya, orang itu mengatakan, “Aku rela, wahai Rabb-Ku.”

Rabb mengatakan, “Ini bagianmu ditambah sepuluh kali lipatnya. Dan kamu mendapatkan apapun yang kamu inginkan dan yang matamu menyukainya.”

Orang itu mengatakan, “Aku rela, wahai Rabb-ku.”

Musa mengatakan, “(Lalu bagaimana nasib) orang yang paling tinggi kedudukannya?”

Rabb menjawab, “Mereka itu orang pilihan-Ku, kemuliaan mereka di tangan-Ku, dan kemuliannya tidak pernah berubah, ia belum pernah terlihat mata, belum pernah terdengar telinga, dan belum pernah terdetik dalam hati manusia.”

Ini sesuai dengan firman Allah SWT,

Tidak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang.” (As-Sajdah:17).

MasyaAllah kisah ini harusnya makin menambah iman dan ketakwaan kita sebagai umat Rasulullah agar selalu menjalankan dan menambah kualitas ibadah serta amalan kita. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimuliakan Allah SWT. Amiin.
loading...
Top