Mantan Itu Hanya Jodoh Orang Lain yang Pernah Tersesat Masuk Ke Hidup Kita..



“Ji, tu bukannya si Hanny mantanmu itu ya?”
“Mana? Oh… Iya sih. Itu emang dia…”
“Gak mau nyapa, lu?”
“Ngapain? Kan udah mantan. Dia juga udah jalan sama cowok lain”

Bagi sebagian cowok, berbicara soal mantan adalah hal tabu yang tak boleh untuk dilakukan. Terlepas dari bagaimana kondisi saat mereka masih pacaran sampai setelah berpisah, kisah-kisah berdua tersebut seakan haram untuk diungkit dan dibicarakan kembali. Saat bertemu mantan, tak jarang ada cowok yang memberikan reaksi seakan dia marah, kecewa sampai jijik melihat mantan berjalan. Apalagi jika jalannya sama cowok lain yang lebih ganteng dari dirinya sendiri. Banyak yang menganggap bahwa mantan itu sumber dari segala pahit yang dia rasakan saat menjalin hubungan.

Namun taukah kamu bahwa sejatinya mantan itu bukan sumber masalah bagimu? Alih-alih menempatkan mantan sebagai pokok masalah, bukankah mungkin kita sendiri yang dulu terlalu optimis dalam menjalin hubungan bersama? Padahal belum tentu juga kan pacar itu jodoh kita.

Mantan adalah pengisi hatimu di masa lalu. Membencinya hanya membuktikan betapa buruk seleramu



Entah mengapa ada orang yang setelah putus malah membenci mantannya. Alasannya adalah karena dia merasa sudah disakiti dan dikhianati oleh orang yang dulu pernah dia sayangi. Sakit saat dikhianati itu pasti ada. Namanya juga manusia yang masih memiliki hati. Namun tak perlu lah sampai membencinya. Biar bagaimanapun juga, kamu tak bisa mengubah fakta bahwa mantan adalah dia yang pernah mengisi hatimu. Kalau kamu membencinya, itu hanya semakin menguatkan bukti akan betapa buruknya seleramu.


Kamu harus sadar bahwa mantan hanya jodoh yang tertukar. Ikhlaskan saja demi mendapat yang lebih baik di masa depan



Alih-alih membenci, kamu harus belajar untuk mengikhlaskan dia pergi meninggalkanmu. Toh dia juga sudah menyakitimu, kenapa juga kamu harus memendam rasa benci untuk orang yang bahkan tak peduli lagi dengan hatimu? Daripada terpuruk dalam kebencian, lebih baik kamu tanamkan keyakinan pada dirimu sendiri bahwa mantan itu hanya sekadar jodoh yang tertukar. Yah, dia bukan jodohmu sih. Pantas saja dia pergi. Cobalah untuk mengikhlaskan segala kepedihan yang ia berikan dan percaya bahwa akan ada yang lebih baik dari dia yang akan mengisi hatimu nanti.


Tak perlu kecewa dengan mantan yang sudah punya gandengan. Salah kita sendiri yang dulu terlalu percaya diri dalam menjalin hubungan



Melihat mantan yang memutuskan kita dan tak lama punya gandengan baru itu menyakitkan. Apalagi kalau malah sebelum putus mereka sudah terlihat ada gelagat mencurigakan seakan sedang menjalin hubungan di belakang kita. Rasa sakit dan pedihnya saat dikhiatani sudah padi melekat di hati. Namun kita juga tak bisa menyalahkan mereka atas pengkhianatan tersebut. Kembali pada fakta bahwa mantan adalah jodoh yang tertukar, bisa jadi kita saja yang terlalu percaya diri saat menjalin hubungan dengannya. Bisa jadi dia sebenarnya adalah jodoh orang ketiga tersebut. Siapa yang tau? Itulah kenapa sebaiknya kamu tak perlu terlalu memikirkan mantanmu.

Bisa jadi jodohmu juga masih dipinjam cowok lain. Kamu nggak pingin jodohmu dibenci juga kan?



Membenci mantan dan pasangan barunya adalah hal sia-sia yang tak perlu kamu lakukan. Berkaca pada ‘mantan adalah jodoh orang lain yang tanpa sengaja pernah kita pinjam’, bisa jadi juga kan jodohmu juga mengalami hal yang sama. Bisa jadi juga bahwa nanti saat jodohmu bersanding bersamamu, ada pihak yang masih tak terima dan malah membencinya. Kalau diterus-teruskan, hal tersebut bisa mengganggu ketenangan hubungan kalian. Tentunya kamu tak mau kan hal tersebut terjadi kepada jodohmu nanti. Nah, mulai dari sekarang lebih baik kamu stop membenci mantan dan mulai mempersiapkan diri untuk jodohmu yang akan datang di masa depan.


Alih-alih membenci mantan, sebenarnya kamu bisa melakukan hal yang lebih elegan dalam menyalurkan rasa sakit hati yang kamu rasakan. Caranya adalah dengan menata diri dan menunjukkan bahwa kamu bisa jauh lebih sukses dan berprestasi.
Top