Kutub Utara Memang Mulai Mencair, Tapi ini Lebih Buruk Hingga Mengejutkan Para Peneliti



Sekilas untuk membuka mata kita, bisa saja dampak melelehnya kutub ini bagi Indonesia adalah banyak spesies eksotik di Indonesia, seperti harimau sumatera, orangutan sumatera dan Kalimantan, serta banyak lagi, akan terganggu. Banyak masyarakat adat yang bergantung pada hutan akan semakin sulit untuk hidup. Kenapa bisa? Simak bagaiamana ini terjadi. Dan info terbaru mengenai hal ini.

Semua pasti sudah mengetahui bahwa setiap musim semi es yang membeku selama musim dingin memang mulai mencair. Para ilmuwan mengatakan, bulan ini es di Laut Arktik (Kutub Utara) tercatat turun di level terendah. Tapi, apa yang terjadi bulan ini sungguh tak biasa dan membuat para peneliti terkejut.

Baca Juga : Asap Obat Nyamuk Bakar Adalah Racun Kelas Satu di Dunia, dan Telah Dilarang Penggunaanya

Dilansir Metro.co.uk (19/9/2016), "Ini adalah badai, mendung, dan musim panas yang cukup dahsyat" kata Mark Serreze direktur National Snow and Ice Data Center (NSIDC).

Menurut sejarah, kondisi cuaca seperti ini akan memperlambat hilangnya es di musim panas.
Ini adalah kabar buruk. Saat suhu musim panas normal, es justru akan menyusut lebih banyak untuk beberapa tahun ke depan.

"Beberapa tahun ke depan, dengan kondisi yang lebih panas, kita akan mendapat kerugian yang lebih parah lagi, " kata Ted Scambos, yang memimpin penelitian NSIDC.

Tingkat terendah yang pernah tercatat adalah pada September 2012, ketika laut tertutup es sekitar 1,31 juta mil persegi.
Tahun ini, laut yang tertutup es hanya 1,6 juta mil persegi.

Ini pernah terjadi pada tahun 2007, yang berarti 2007 dan 2016 adalah tahun-tahun terburuk dalam catatan.
Sejak tahun 1986, belum ada bulan yang memecahkan rekor dengan cakupan es terluas di laut Kutub Utara, kata NASA.
Sejak saat itu, justru ada 75 catatan rekor terendah.

Coba perhatikan video berikut, saat es di laut Kutub Utara luasnya semakin menyusut.


Nah, apa sih pengaruhnya buat kita, bangsa Indonesia ini?


National Geographic membuat sebuah peta interaktif. Peta memperlihatkan bahwa ketika seluruh es meleleh, permukaan laut akan semakin tinggi, banyak daratan hilang, pegunungan jadi pulau, dan manusia bakal merugi.

Di peta wilayah Asia, bisa dilihat dampak melelehnya es kutub pada Indonesia. Terlihat, garis pantai lebih menjorok ke dalam. Artinya, daratan Indonesia akan berkurang secara signifikan dan berubah menjadi lautan.

Dapat dilihat pula, wilayah laut Indonesia menjadi lebih "bersih". Artinya, banyak pulau-pulau di Indonesia yang akan hilang tenggelam. Wilayah Kalimantan sendiri akan kehilangan banyak daratan, membuat Indonesia kehilangan banyak wilayah hutan.

Dampak yang bisa dibayangkan, banyak spesies eksotik di Indonesia, seperti harimau sumatera, orangutan sumatera dan Kalimantan, serta banyak lagi, akan terganggu. Banyak masyarakat adat yang bergantung pada hutan akan semakin sulit untuk hidup.

Ilmuwan memperkirakan, mungkin butuh waktu lebih dari 5.000 tahun bagi semua es untuk meleleh. Namun, bila manusia terus memakai bahan bakar fosil dan beraktivitas seperti biasa hingga menambahkan triliunan ton karbon ke atmosfer, Bumi akan makin panas dan es meleleh lebih cepat. Nah, bisa anda lihat dari video diatas.

Bumi terakhir mengalami masa yang sangat panas dan bebas es pada 34 juta tahun lalu, zaman Eocene. Jika gas rumah kaca di atmosfer terus bertambah, bukan tidak mungkin masa itu terulang kembali.
Top