Kisah Pilu Nenek Luh Siki, Hidup Bersama Putrinya yang Keterbelakangan Mental



Rasanya sedih tak terkira melihat kondisi ini, sebuah kondisi keluarga yang miris. Diceritakan oleh akun facebook Andy Karyasa Wayan. Seorang nenek yang telah renta, hanya tinggal berdua bersama dengan putrinya yang mengalami keterbelakangan mental.

Lihatlah... dan rasakanlah.. Apa yang mampu kita rasakan dengan keadaan nenek ini?

Nenek Luh Siki puluhan tahun harus berjuang hidup berdua dengan sang putri yang mengalami keterbelakangan mental. Nenek tidak memiliki siapa siapa selain putrinya. Mereka berdua melewati banyak ujian hidup yang sangat berat yang mau tidak mau harus dijalani.

Sebuah keadaan membuat Nenek Siki harus merawat sendiri sang putri sejak lahir.
Saat ini Nenek sedang sakit karena terjatuh beberapa waktu lalu. Tubuh rentanya kini sudah tidak mampu lagi untuk berbuat apa. Bahkan untuk sekedar minum kopi nenek harus mengharapkan belasan kasih dari para tetangga.

Putrinya yang mengalami keterbelakangan mental tentu tidak mungkin bisa diharapkan. Malah dia setiap hari membawa sampah dan sisa makanan di jalan dibawa ke ruangan tempat mereka tidur.

Ruangan yang kotor dengan alas tikar seadanya. Hanya itu yang mereka punya dan itupun pemberian dari Dusun/Desa setempat yang selama ini banyak menolong nenek dan putrinya. Bahkan sering Kadusnya sendiri yang datang merawat dan membawakan kopi untuk nenek.

Kasih ibu sepanjang masa.. Kalimat itu mungkin bisa kita rasakan dari cerita pilu Nenek Luh Siki. Sengaja saya posting ini dan tag semua kawan relawan kemanusiaan dengan tujuan menyatukan visi kemanusiaan yang bergerak bersama dengan ketulusan hati dibawah satu bendera yaitu KEMANUSIAAN.

Mari ringankan beban Nenek Siki dengan saling bergandengan tangan. Berbagi sedikit kasih sayang dan memberi sedikit senyum di ujung usia Nenek.
Lokasi :
Dusun Karanganyar, Desa Banjarasem, Seririt, Buleleng - Bali

Catatan Penting :
Pihak Dusun/ Desa sudah cukup banyak membantu nenek dan putrinya baik dengan membuatkan rumah, memberi raskin bulanan dan bantuan2 lain yang selama ini sudah banyak menolong nenek bertahan. Untuk meringankan tugas Dusun/Desa setempat, kepedulian kita tentu akan sangat dibutuhkan. 

Di survey oleh kawan relawan kita Nick Ast dan saya sudah melakukan komunikasi dengan Kadus Pak made Sujana serta Kepala Desa setempat Bapak Gede Arya Jana.

Untuk penyaluran bantuan bisa melalui komunitas atau relawan terdekat atau bisa kontak Eka Tirtayana

Baca Juga : Kisah Peninggalan Seorang Ayah untuk Anaknya

Sungguh miris keadaan nenek Luh Siki, bagi anda yang berniat untuk membantu bisa hubungi relawan-relawan diatas.
Top