Kedewasaan di Usia 20an Membuat Kamu Susah Mencari Pasangan ? Ini Penyebabnya !!!


Saat remaja, soal cinta bukanlah persoalan yang membuatmu pusing tujuh keliling. Jatuh hati dan patah hati adalah dua hal yang sering kamu alami. Cinta yang kandas hari ini, eeeh bulan depan udah dapat gantinya. Jelas , sangat rumlah sekali ketika kamu masih remaja dan bergonta-ganti pasangan dengan jangka waktu yang bisa dikatakan tidak lama.

Beda sekali ketika asmara di usia 20an yang mana kedewasaan sudah mulai terlihat, persoalan asmara sungguh sangat merumitkan. Tanpa kamu sadari, kamu sudah jomblo berbulan-bulan sampai tahunan hehehe. Ironis sekali kedengarannya semakin bertambah usia kamu sering merasakan kenyamanan ketika sedang tak menjalin hubungan asmara dengan siapapun. Tapi jangan sedih usia 20an bukan kamu saja yang masih sendirian, masi banyak diluaran sana yang masih memilih untuk sendiri. Adapun faktor-faktor yang mampu menjelaskan mengapa kita semua masih memilih menunda untuk memiliki pasangan.

1. Kamu sudah lebih mengetahui apa yang sebenarnya kamu mau. Soal mencari pasangan, kamu tak mau sembarangan.


Saat SMA mungkin kamu belum tahu banyak apa yang kamu inginkan. Setiap hari berlalu dengan prinsip jalani saja. Termasuk soal pacaran. Kalau memang kamu bertemu sosok yang rupawan dan enak diajak ngobrol, bisa diajak malam mingguan, dan mau antar jempur dengan setia (khusus cewek), kenapa harus berpikir lama? Langsung jadian saja. Sekarang berbeda. Kamu mulai memahami dirimu sendiri dan tahu apa yang kamu inginkan dalam hidupmu. Hubungan bukan lagi soal ada teman untuk malam mingguan, tapi sudah berorientasi ke jenjang hubungan yang lebih serius.

2. Pandangan tentang cinta tak sesederhana saat masi remaja. Bagi kamu , kini sebuah hubungan bukan hanya percintaan, tapi komitmen kehidupan.


Dulu pacaran barangkali sesederhana pulang pergi ke sekolah bersama, apel rutin setiap malam minggu, dan bertukar cokelat saat hari Valentine tiba. Cinta semata-mata romantika anak muda yang hanya diisi oleh bahagia. Tapi sekarang pandanganmu sudah berubah. Dalam sebuah hubungan, kamu tahu bahwa senang hanya salah satu rasa. Masih ada sejuta rasa lain seperti harapan, cemas, cemburu, marah, khawatir dan banyak lagi. Dalam sebuah hubungan, ada cita-cita serta tuntutan untuk menjadi lebih baik setiap harinya.

3. Prioritasmu kini bukan hanya soal pacaran. Ada segudang hal yang harus kamu pikirkan dan kejar.


Dulu beban terberat hanyalah soal nilai dan IPK. Tidak ada tanggungan ini itu yang harus dilunasi setiap bulannya. Tidak ada target kuliah S2 yang ingin segera diraih. Tidak ada beban untuk segera membahagiakan orang tua. Sekarang hal-hal itu harus kamu pikirkan secara bersamaan. Mencari pasangan hidup seringnya sejenak terlupakan dari pikiran. Bukannya kamu menomor-duakannya, tapi kamu sedang belajar menyusun skala prioritas, mana yang harus didahulukan.

4. Sekarang bagimu hubungan selalu berorientasi ke masa depan. Kamu selalu punya target dalam pencapaian.


Karena kini hubungan bukan lagi sekadar untuk have fun, tanpa sadar kamu mulai menyematkan banyak kriteria untuk calon pasangan. Bukan berarti kamu muluk-muluk, tapi siapa yang ingin menjalani hidup selamanya dengan seorang yang tidak baik, kekanak-kanakan, terlalu posesif, tidak bisa diajak kerja sama, dan sederet predikat buruk lainnya? Semua orang menginginkan yang terbaik, termasuk dirimu dan semua sadar akan hal itu.

Setiap orang akan mengalami fase pendewasaan. Sebuah hubungan bisa berjalan hanya karena kamu merasa dia sangat rupawan. Tapi seiring berjalannya usia, segalanya tentu lebih rumit dari zaman dahulu kala. Mencari pasangan bukan lagi hal mudah yang hanya butuh waktu pedekate satu atau dua bulan.

Tenang saja. Banyak orang yang mengalami kesulitan mencari pasangan setelah usia masuk angka dua puluhan. Bukan karena stok manusia single yang menipis atau keberuntunganmu yang jauh berkurang, melainkan cara pandangmu terhadap kehidupan juga berubah. Itulah yang namanya pendewasaan.
Top