Inilah 10 Poin Penyebab Anda Tak Bisa Kentut, Hati-hati!


Kentut adalah memang kerap dianggap sebagai hal yang negatif (jika sembarangan). Namun pada dasarnya kentut atau buang gas adalah sesuatu yang normal dan menandakan bahwa kondisi kesehatan Anda sedang baik. Meski aromanya tak sedap, ini merupakan suatu reaksi tubuh normal yang justru kalau tidak terjadi malah menandakan ada yang tidak beres pada tubuh Anda.

Namun apakah Anda pernah mengalami susah kentut, atau bahkan hampir tidak bisa kentut?, Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya simak pada poin-poin berikut.

1. Tukak Lambung


Adanya pecahan atau luka yang terdapat di dalam perut bisa jadi inilah yang menjadi penyebab dari susahnya buang angin. Luka pada lambung biasanya juga disebut dengan istilah tukak lambung di mana luka tersebut muncul dikarenakan oleh adanya peradangan. Inflamasi atau peradangan telah menyerang dinding lambung Anda sehingga timbul luka dan berpengaruh terhadap sistem pencernaan.

Tak hanya tak bisa kentut, ada gejala lainnya yang turut menyertai, seperti misalnya rasa sakit perut dan juga perih. Ini tentunya dikarenakan asam lambung yang membasahi luka sehingga terjadi iritasi. Biasanya rasa nyeri bakal menjalar hingga ke leher, punggung dan pusar; rasa nyeri juga timbul lebih sering pada malam hari di waktu istirahat. Hal ini akan makin memburuk ketika perut dibiarkan dalam kondisi kosong, tapi masalahnya adalah angin tak bisa dengan gampang keluar sehingga menimbulkan ketidaknyamanan.

2. Terinfeksi Jamur atau Bakteri


Jamur maupun bakteri dapat menyerang sistem pencernaan dan membuatnya mengalami gangguan pencernaan. Apabila menurut asal infeksi, peritonitis rupanya terbagi menjadi 2, yakni peritonitis primer serta sekunder. Bakteri serta jamur dapat dengan mudah masuk dan menyebabkan infeksi apabila kondisi tubuh sedang melemah.

3. Usus Buntu Pecah


Usus buntu merupakan satu keadaan penyakit yang tidak dapat Anda abaikan, apalagi ketika Anda menyadari bahwa perut bagian tengah Anda terasa sakit. Rasa nyeri yang kerap muncul dan hilang sesuka hati ini lantas kemudian dapat berpindah ke bagian kanan bawah perut atau letak usus buntu. Rasa sakit pun makin intens dan dapat menjadi lebih buruk.

Sulit buang gas menjadi salah satu gejala dari usus buntu maupun usus buntu yang sudah pecah. Selain tak bisa buang angin, rasa sakit bakal makin parah ketika ada penekanan di area tersebut atau saat Anda tengah berjalan atau batuk-batuk. Perut juga mengalami pembengkakan disertai penurunan selera makan.

Meski tak mampu buang gas, penderita pun terkadang bakal mengalami diare atau konstipasi. Ditambah juga ada beberapa kasus yang penderitanya terkena demam, muntah dan mual, bahkan sampai terasa sakit ketika buang air kecil. Bahkan kram perut pun tak dapat dihindarkan pada kondisi usus buntu semacam ini.

BACA JUGA : Bahaya, Jangan Mengkonsumsi Vitamin C Teralalu Berlebih

4. Penyakit Crohn


Jenis penyakit ini sebenarnya diketahui juga sebagai sebuah kondisi radang usus di mana memang diketahui sebagai keadaan jangka panjang dan bisa menyerang seluruh lapisan dinding pada saluran pencernaan. Tubuh ketika terserang bakal merasakan lemah dan kondisi ini dapat begitu menyakitkan. Bahkan apabila tidak segera ditangani, penyakit ini dapat membawa penderitanya mengalami komplikasi yang sangat berbahaya bagi nyawanya.

5. Mengalami Dispepsia


Kondisi ini biasanya terjadi pada bagian perut di mana timbul rasa nyeri dan tak nyaman, terutama perut bagian atas. Rasa sakit pun muncul secara berulang, dan disertai pula dengan gejala sulit buang angin, dada yang bersensasi panas, nafsu makan menurun, sering bersendawa, perut cepat kenyang dan terasa kembung. Dispepsia bisa juga disebut dengan penyakit maag di mana dinding lambung terserang peradangan sehingga gejala-gejala tersebut terjadi.

6. Pankreatitis Akut


Kondisi penyakit ini adalah suatu penyakit yang terjadi akibat peradangan pada organ pankreas. Walaupun pankreas dikenal sebagai organ tubuh yang ukurannya kecil dan letaknya ada di organ lambung bagian belakang, tetap saja inflamasi bisa menyerang bagian tersebut. Pankreas sendiri memiliki peran untuk menghasilkan enzim yang fungsinya adalah untuk mendukung pencernaan protein, lemak serta karbohidrat dari segala makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Pada tingkat akut, pankreatitis hanya dialami dalam waktu yang pendek atau singkat, sementara untuk kasus pankreatitis kronis, penderita bakal mengalaminya secara menahun. Sulit buang angin menjadi salah satu gejalanya yang diikuti pula dengan diare, mual atau muntah, demam, rasa nyeri perut seperti diremas-remas, serta pembengkakan pada perut.

7. Dialisis Peritoneal


Ini merupakan sebuah prosedur untuk menghilangkan bahan kimia atau limbah serta cairan berlebih dari dalam tubuh. Lapisan perut akan digunakan pada jenis dialisis satu ini supaya darah dapat tersaring. Peritoneal adalah nama membran lapisan tersebut dan perannya adalah sebagai ginjal buatan. Namun prosedur pembuangan limbah kimia dari tubuh tak selamanya aman ternyata, karena efek samping atau akibatnya dapat berdampak pada sulit buang angin.

8. Sirosis Hati


Tahap akhir dari fibrosis hati adalah sirosis hati di mana ini merupakan sebuah konsekuensi dari penyakit hati kronis di mana tandanya adalah jaringan fibrous yang mengganti jaringan normal dan fungsi dari sel hati pun menjadi hilang. Salah satu gejala yang kiranya harus diwaspadai dari kondisi ini adalah sulit kentut, mual, muntah, kulit kuning, memar, serta pembengkakan pada perut dan kaki. Bahkan tubuh pun bisa kehilangan energinya sehingga sangat cepat lelah.

9. Diverkulitis

Kondisi diverkulitis merupakan sebuah keadaan kantung pada usus besar atau kolon terkena inflamasi atau infeksi. Divertikula adalah nama dari kelainan di mana ada terbentuk benjolan kecil atau kantung di bagian dinding usus sendiri. Hilangnya nafsu makan, diare atau konstipasi, perut bergas atau kembung tapi sulit buang gas, demam disertai menggigil serta rasa kram pada perut adalah tanda-tandanya.

10. Luka Parah pada Perut


Rupanya luka yang serius pada bagian perut juga mampu membuat seseorang mengalami peritonitis dan memicu tidak bisa buang angin secara bebas. Luka parah ini bisa jadi disebabkan terkena tembakan atau terkena tusukan pisau. Biasanya, faktor ini kemudian mampu menyebabkan infeksi peritonitis jenis sekunder.

Jenis peritonitis sekunder adalah suatu kondisi yang terjadi di mana infeksi yang berasal dari bagian tubuh lain telah menyebar. Apabila terjadi luka tusukan atau tembakan, jangan sepelekan hal ini karena dapat membahayakan sistem pencernaan juga. Ada gangguan pencernaan yang dapat mengakibatkan sulit buang angin dan kalau hal ini secara terus-menerus terjadi, tentu jiwa Anda pun bakal terancam.

Top