Ingat Kanjeng Dimas Taat Pribadi yang Isunya Bisa Gandakan Uang? Akhirnya Ditangkap Polisi



Masih ingatkah anda tentang fenomena uang yang bisa digandakan beberapa waktu lalu? Orang yang bernama Dimas Kanjeng ini yang cukup populer di Jawa Timur khususnya tapal kuda. Bahkan di viral youtube, Dimas Kanjeng selalu dihubungkan dengan uang ghaib. Sejak dianggap mampu mendatangkan uang dengan cara ghaib, warga yang kesulitan finansial namun krisis spiritual nekat nyantri padanya, yang tergabung pada Padepokan Dimas Kanjeng.

Namun akhirnya Pengasuh Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Kabupaten Probolinggo ini ditangkap, karena diduga ikut terlibat dalam kasus pembunuhan seorang santrinya Abdul Gani, pada April 2016.

Ribuan polisi mengepung sebuah rumah di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis, 22 September 2016. Mereka berjaga untuk menangkap terduga pembunuhan bernama Kanjeng Dimas Taat Pribadi.

Penangkapan ini melibatkan tiga satuan setingkat kompi atau SSK dari Polda Jawa Timur, karena yang bersangkutan memiliki ribuan santri. Selanjutnya, orang nomor satu di Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi ini dimasukan ke dalam mobil Barrakuda dan dibawa ke Mapolda Jatim untuk diproses hukum lebih lanjut.

Baca Juga : Terekam CCTV: di Tempat Umum, Guru Perempuan ini Ditusuk 20 Kali Hingga Tewas, Tapi Tak ada yang Menolong

Sebelum dilakukan penangkapan, berbagai upaya hukum polisi telah dilakukan. Namun karena tidak ada tanggapan dari padepokan, akhirnya polisi melakukan penangkapan paksa.

Ini gambar yang sempat beredar dulu,




Akibat perbuatannya, Kanjeng Dimas Taat Pribadi dijerat Pasal 340 jo 55 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman 15 tahun sampai hukuman mati.

Hingga kini, rumah dan Padepokan Kanjeng Dimas Taat Pribadi masih dipasang police line dan polisi masih mengembangkan kasus ini.

Semoga dapat diungkap segala kebohonganya, karena menurut isu yang beredar banyak yang setor uang dari ratusan hingga  miliaran rupiah tapi tak ada juntrungnya. Mereka merasa ditipu, tapi memang agak konyol kalau sudah punya uang ratusan juta kenapa harus disetor ya. Kenapa tidak dipakai modal usaha.
loading...
Top