GANAS! Minta 'Ronde' Kedua, Pedagang Kelontong Ini Dibunuh Pasangan GAY-nya

Gay memang semakin mendunia. Bahkan, dengan teknologi pasangan gay bisa memiliki anak kandung! Tapi kali Ini, pasangan gay malah membunuh pasangannya sendiri.



BACA JUGA: BI Akan Putuskan 'Wajah' Uang Baru, Wajah Jokowi?

DIkutip dari Indozone, Seorang pedagang kelontong di Pondok Aren, Sumarmin (40) dibunuh pasangan gay-nya berinisial JPS (33). Hal ini terjadi lantaran Korban sebelumnya meminta hubungan badan ‘lagi’ namun ditolak pelaku. Keduanya cekcok, Sumarmin menghina JPS dan dibalas dengan penganiayaan hingga berujung pembunuhan.

Kasat Reskrim Polres Kota Tangsel AKP Samian menuturkan kejadian ini terjadi Pondok Pucung Indah I, Pondok Aren, Tangsel, Sabtu (10/9). Pelaku ditangkap Selasa (13/09). "Tersangka JPS dihubungi korban sekira jam 21.30 WIB, lalu dia meluncur ke warung milik korban. Saat JPS tiba, warung ditutup dan korban mengajak hubungan intim," ujar Samian, Rabu (14/09).

Menurutnya, korban sudah menjalin hubungan sejak bertahun-tahun dengan pelaku. Tapi hari itu ia nekat membunuhnya lantaran sakit hati dengan perkataan korban. "Selanjutnya setelah berhubungan sekali, kurang lebih setengah jam korban kembali mengajak hubungan intim sejenis dan kali ini ditolak JPS. Akhirnya, cekcokmulut dan tersangka JPS dimaki hingga tersinggung," ujarnya.



Hingga akhirnya tersangka JPS mengambil pisau dapur dan menusuk dada korban, kemudian korban berontak dipukul dengan panci.

Pasangan tak lazim itu pun saling serang dan berakhir setelah korban ditusuk lehernya serta dibekap dengan bantal hingga meninggal. "Tersangka mengaku kepada kami itu sudah akumulasi, karena korban sering menghina dina dia," ujarnya.

Setelah korban tidak bernyawa lagi, JPS mencuri uang korban Rp.500 ribu dan rokok berbagai merek. Tak hanya itu, ia juga membuang barang bukti berupa celana, sandal dan pisau yang kemudian dibuang di ramah kosong dekat lokasi.

Takut ketahuan, Tersangka lalu pergi dan di jemput seorang wanita yakni kekasihnya di sekitar lokasi untuk kabur ke Klaten, Jawa Tengah. Setelah sampai di Yogyakarta, JPS menjual ponsel Nokia E73 dan ponsel Nokia yang sudah rusak Rp 200 ribu.

"JPS kemudian menginap di rumah tantenya di sana, namun dia pulang kemarin Senin ke Pondok Aren, dan kami berhasil menangkapnya di rumah makan cepat saji di Bintaro sektor 9," terangnya.
Top