Gak Rugi Kok Jadi Ibu Rumah Tangga, Meskipun Kamu Seorang Sarjana

Seorang ibu yang memiliki Gelar sarjana pasti banyak pertanyaan yang mengenai gelar yang ia miliki. Seakan memilih untuk menjadi seorang ibu rumah tangga adalah suatu pilihan yang salah dan patut disalahkan.



BACA JUGA: Tanpa Disadari, Kolesterol Sudah Mengintaimu Sejak Muda. Waspadai 8 Tanda Ini!

Lalu, apa salahnya menjadi seorang sarjana sekaligus ibu rumah tangga? Apakah seorang sarjana tidak boleh menikah dan memiliki anak? Sebenarnya tidak sepenuhnya salah kok. Ini buktinya seperti yang dikutip dari Hipwee.

Menjadi ibu rumah tangga adalah keputusan yang datang dari hati


Awalnya kamu adalah pribadi dengan segudang mimpi dan rencana di masa depan. Banyak hal yang ingin kamu usahakan selepas lulus kuliah. Pekerjaan impian, melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi, hingga punya usaha sendiri. Namun, tanpa kamu duga seseorang datang dan menawarkanmu masa depan.

Kamu pun tak kuasa untuk menolaknya. Setelah resmi menikah dan menjadi seorang istri, sudut pandangmu soal kehidupan pun berubah. Segudang rencana besar tak lagi jadi prioritasmu. Tanpa adanya paksaan darinya, kamu memutuskan untuk mendedikasikan diri menjadi ibu rumah tangga. Sebuah keputusan sederhana yang datang dari hati.

Merelakan Gelar demi Kebahagiaan


Seorang ibu yang memutuskan untuk menanggalkan pekerjaannya demi mengurus keluarga. Kamu pun bertekad untuk mewariskan kebahagiaan yang sama pada anakmu kelak. Alasan inilah yang menguatkanmu untuk fokus menjadi ibu rumah tangga selepas menikah.

Kenapa tidak Di titipkan atau Sewa Baby Sister?


Mungkin sebagaian orang sibuk berpikir bahwa hal ini sangat diperlukan, tapi tak sedikit orang yang memilih untuk merawat anknya sendiri. Orang mana yang mau menitipkan barang paling berharga sepanjang hidupnya kepada orang lain?

Sia-sia saja orang tua menyekolahkan tinggi-tinggi jika kahirnya di dapur juga


Wanita memang sejatinya hidup di dapur. Apa gak malu jika tiap hari makan dari masakan mertua atau beli di luar? Suami juga mau dong dimasakin masakan istri tercinta. Walaupun begitu dengan keihklasan dan kerja keras, kamu bisa membantu keluarga.

Bangga menjadi Ibu Rumah tangga bergelar sarjana


Ingat! Keturunan yang cerdas berasal dari Ibu yang cerdas. Nah.. dengan ini kamu harus bangga jika kamu seorang sarjana. Bukannya dipetik sekarang, tapi kelak jika anakmu sudah sukses baru bisa terasa hasilnya.

nah ladies, jadi Seorang ibu rumah tangga memang menjadi pilihan yang sulit, tapi menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban. Jadi apa salahnya menjadi seorang Ibu Rumah Tangga bergelar sarjana? Toh, ada manfaatnya juga kan.
Top